BANDA ACEH — Program pendidikan vokasi perhotelan hasil kerja sama Baitul Mal Aceh (BMA) dan ITC Aceh memasuki babak baru. Sebanyak 23 alumni dari tiga angkatan kini resmi bekerja di industri perhotelan dan restoran Malaysia. Mereka ditempatkan di Tune Aeropolis Sepang, TP Golf Resort Johor, hingga Ruma Hotel Kuala Lumpur.
Direktur ITC Aceh, Muhammad Nasir, melaporkan perkembangan ini langsung kepada Ketua BMA, Tgk Muhammad Yunus. Pertemuan berlangsung di Kantor Baitul Mal Aceh, Banda Aceh, Rabu (12/8/2026). Laporan itu menjadi bahan evaluasi keberlanjutan program yang berjalan sejak 2021.
Program beasiswa ini berjalan tiga periode. Periode pertama 2021-2022 diikuti 17 mahasiswa. Periode kedua 2023-2024 sebanyak 19 mahasiswa, dan periode ketiga 2025-2026 menjadi yang terbesar dengan 39 penerima manfaat.
"Alhamdulillah, anak-anak kita tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mendapat kesempatan bekerja di industri perhotelan Malaysia. Ini menjadi pengalaman penting untuk membangun kompetensi dan masa depan mereka," kata Muhammad Nasir di Banda Aceh, Jumat.
Para alumni tidak hanya ditempatkan di satu lokasi. Berdasarkan laporan ITC Aceh, mereka tersebar di sejumlah hotel dan restoran di Malaysia, antara lain:
Ketua BMA, Tgk Muhammad Yunus, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Menurutnya, keberhasilan para penerima beasiswa hingga mampu bekerja di luar negeri menjadi bukti pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berdampak nyata.
"Kami sangat bersyukur dan bangga, ini menunjukkan bantuan yang diberikan tidak berhenti pada pendidikan, tetapi mampu membuka jalan bagi masa depan mereka," ujarnya.
Ia berharap para alumni menjaga nama baik Aceh dan kembali berbagi melalui zakat, infak, atau sedekah setelah memiliki penghasilan. "Dulu mereka dibantu, setelah berhasil diharapkan membantu pula orang lain. Dengan begitu, manfaat beasiswa ini akan terus berputar," kata Tgk Muhammad Yunus.
BMA dan ITC Aceh juga membahas mekanisme seleksi penerima beasiswa agar lebih tepat sasaran. Ke depannya, prioritas diberikan kepada anak-anak dari keluarga korban konflik, terdampak musibah, serta mereka yang memiliki kemauan kuat untuk belajar.
"Terima kasih kepada BMA yang selama ini terus mendukung kebutuhan pendidikan mereka," pungkas Muhammad Nasir.