PPIT Al Hidayah Aceh Tamiang Gelar Doa Bersama untuk 200 Santri dan Guru di Hari Damai Aceh ke-21

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:09:01 WIB
Santri dan tenaga pengajar PPIT Al Hidayah mengikuti doa bersama memperingati Hari Damai Aceh ke-21 di Kampung Sidodadi, Aceh Tamiang, Sabtu (15/8/2026).

ACEH TAMIANG — Ribuan doa dipanjatkan para santri dan tenaga pengajar PPIT Al Hidayah dalam sebuah majelis yang berlangsung sederhana namun khusyuk di Kampung Sidodadi, Kecamatan Kejuruan Muda. Doa bersama yang dipimpin langsung oleh Dede Nurjannata, tenaga pengajar PPIT Al Hidayah, tersebut menjadi momen bagi para santri untuk merenungi betapa mahalnya harga sebuah perdamaian di bumi Serambi Mekah.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (15/8/2026) pagi ini bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi PPIT Al Hidayah, peringatan Hari Damai Aceh ke-21 adalah pengingat bahwa tugas generasi sekarang bukan lagi berjuang di medan konflik, melainkan merawat perdamaian yang telah diraih.

Menanamkan Islam Rahmatan Lil 'alamin di Tengah Generasi Penerus

Dede Nurjannata dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum HDA ini merupakan ruang refleksi bagi para santri sebagai generasi penerus bangsa untuk menyadari betapa mahalnya harga sebuah perdamaian.

"Tugas kita hari ini bukan lagi berjuang di medan konflik, melainkan berjuang merawat perdamaian tersebut dengan menjaga persatuan dan kesatuan di bumi Aceh," ungkap Dede di hadapan para peserta.

Sebagai lembaga pendidikan Islam, PPIT Al-Hidayah berkomitmen menanamkan nilai-nilai Islam yang Rahmatan Lil 'alamin. Islam yang mengajarkan kedamaian, cinta kasih, dan saling menghargai. "Kita ingin melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, kokoh secara spiritual, dan menjadi pelopor dalam menjaga persaudaraan atau ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah," sebutnya.

Doa Bersama untuk Kedamaian Abadi di Aceh

Dalam untaian doa yang dipanjatkan, seluruh peserta larut dalam lamunan khusyuk memohon kepada Allah Azza Wa Jalla agar kedamaian di Aceh bersifat abadi. Mereka juga mendoakan para pemimpin dan seluruh masyarakat Aceh agar senantiasa dianugerahi hati yang sejuk, pikiran yang jernih, dan semangat yang kuat untuk terus bersatu.

"Jauhkanlah daerah kita dari perpecahan, fitnah, dan hal-hal yang dapat merusak sendi-sendi kesatuan bangsa," pungkas Dede.

Kegiatan doa bersama ini menjadi salah satu bentuk partisipasi lembaga pendidikan dalam menjaga harmoni sosial di Aceh, khususnya di wilayah Aceh Tamiang yang dikenal sebagai daerah yang kental dengan keberagaman.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: waspada.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top