JAKARTA — Dua nama asal Aceh itu masuk dalam daftar 76 anggota Paskibraka yang dikukuhkan langsung oleh Wapres Gibran. Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan Ikrar Putra Indonesia yang dipimpin Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, dilanjutkan penyematan Lencana Merah Putih Garuda serta pemasangan kendit secara simbolis kepada pemimpin upacara.
Dalam amanatnya, Gibran membacakan pernyataan resmi pengukuhan di hadapan para calon anggota Paskibraka. "Dengan memohon rida Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan ini saya kukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Tingkat Pusat Tahun 2026 yang akan bertugas di Istana Merdeka pada tanggal 17 Agustus, tahun 2026. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmat dan kemudahan dalam menjalankan tugas negara," ucap Wapres Gibran di Istana Negara.
Upacara pengukuhan dipimpin oleh Julita Rista Lestari asal Kalimantan Timur yang bertindak selaku pemimpin upacara. Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara, dan puncaknya adalah pengucapan ikrar oleh seluruh anggota Paskibraka.
Wapres Gibran bertindak sebagai pembina upacara dalam prosesi sakral tersebut. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu sekaligus menegaskan bahwa Paskibraka merupakan salah satu program pembinaan ideologi Pancasila yang berjalan di bawah koordinasi BPIP.
Seluruh provinsi di Indonesia mengirimkan wakilnya, masing-masing dua pelajar terbaik. Berikut rincian utusan dari sejumlah daerah:
Kalimantan Timur mengirimkan Gus Luthfy Azka Nararya dan Julita Rista Lestari, sementara Papua diwakili Johanes Matius Paulus Rumsayor dan Neeltje Deliana Insjowi Werimon. Daerah lain seperti Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan juga mengirimkan wakilnya masing-masing.
Untuk wilayah Sumatra, kontingen lainnya datang dari Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Sementara dari Kalimantan, ada Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.
Para pelajar yang terpilih merupakan hasil seleksi berjenjang yang dilakukan pemerintah daerah dan BPIP. Mereka menjalani berbagai tahapan, mulai dari seleksi administrasi, tes kesehatan, hingga pendidikan dan pelatihan karakter kebangsaan sebelum akhirnya dikukuhkan di tingkat pusat.
Setelah pengukuhan ini, para anggota Paskibraka akan menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan akhir sebelum bertugas pada upacara detik-detik proklamasi di Istana Merdeka. Mereka akan bertugas sebagai pasukan pengibar, pengawal, hingga pembawa baki bendera pusaka.
Paskibraka 2026 menjadi angkatan ke-81 sejak program ini pertama kali digagas pada 1967. Selain bertugas di Istana Merdeka, anggota Paskibraka juga akan mendapatkan pembinaan ideologi Pancasila secara intensif selama masa karantina.