Bupati Bireuen Lepas Tim PSSB U-13 ke Piala Soeratin Aceh, Ingatkan Pemain Jaga Nama Baik Daerah

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:22:31 WIB
Bupati Bireuen melepas Tim PSSB U-13 yang berlaga di Piala Soeratin Aceh di Pendopo Bireuen, Sabtu (15/8/2026) malam.

BIREUEN — Sebanyak 30 orang yang terdiri dari pemain, pelatih, dan ofisial Tim PSSB U-13 resmi dilepas Bupati Bireuen H. Mukhlis di Pendopo Bireuen, Sabtu (15/8/2026) malam. Tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Bireuen itu dijadwalkan bertanding memperebutkan Piala Soeratin U-13 PSSI Aceh di Stadion Kuta Asan, Sigli, Kabupaten Pidie.

Mukhlis mengingatkan para pemain bahwa mereka tidak hanya membawa nama klub, tetapi juga identitas Kabupaten Bireuen di mata daerah lain. "Adik-adik membawa nama PSSB dan nama Kabupaten Bireuen. Karena itu, jaga nama baik daerah bukan hanya melalui prestasi di lapangan, tetapi juga melalui sikap, kedisiplinan, dan akhlak yang baik," pesannya di hadapan para pemain dan pengurus PSSB.

Mental Juara Lebih Penting dari Sekadar Menang

Menurut Mukhlis, turnamen usia dini ini merupakan ajang pembentukan karakter, bukan hanya perebutan gelar. Ia meminta para pemain tampil percaya diri, menjaga kekompakan, dan menghormati lawan selama bertanding.

"Kita tentu berharap adik-adik mampu meraih prestasi terbaik. Namun, yang tidak kalah penting, kompetisi ini menjadi pengalaman berharga dalam membentuk mental, karakter, dan perjalanan adik-adik sebagai generasi penerus sepak bola Kabupaten Bireuen," ujarnya.

Kenangan Bupati: Jual Ekskavator demi PSSB

Di hadapan para pengurus dan mantan pemain senior, Mukhlis turut mengenang masa-masa sulitnya memimpin PSSB pada periode 2012–2017 silam. Saat itu, ia dipercaya menjadi Ketua Umum PSSB di era kepemimpinan Bupati Ruslan M. Daud.

Ia menceritakan, mengurus klub sepak bola membutuhkan pengorbanan nyata. Pada musim kompetisi 2013, satu unit alat berat ekskavator miliknya yang bernilai sekitar Rp800 juta terpaksa dijual untuk membantu biaya operasional PSSB. Jika dikonversikan dengan nilai saat ini, aset tersebut diperkirakan setara Rp1,6 miliar.

Kisah perjuangan serupa juga terjadi pada masa kepemimpinan Bupati Mustafa A. Glanggang periode 2002–2007. Saat itu, pembiayaan klub ditopang lewat alokasi APBK yang saat itu masih diizinkan aturan, serta dukungan dana dari para kontraktor yang mendapat pekerjaan dari pemerintah daerah.

PSSB Target Juara dan Lolos ke Tingkat Nasional

Ketua Umum PSSB Bireuen, Drs. H. Mustafa A. Glanggang, menargetkan tim asuhannya mampu menjadi yang terbaik di Aceh. "Target kita bisa menjuarai Piala Soeratin U-13 PSSI Aceh, sehingga bisa mewakili Aceh di Piala Soeratin tingkat nasional nantinya," ungkapnya.

Mustafa menjelaskan, para pemain yang mayoritas duduk di kelas I SMP ini merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang PSSB. Mereka direkrut dari berbagai wilayah Bireuen, mulai dari Kecamatan Gandapura hingga Samalanga, dan kini menjalani latihan rutin di Stadion Paya Kareung di bawah asuhan pelatih Saifuddin alias Udin Matang.

Ia optimistis pembinaan berkelanjutan ini akan melahirkan bibit-bibit unggul bagi sepak bola nasional. "Anak-anak ini umurnya 13 tahun. Saya yakin 10 tahun yang akan datang, ada bibit-bibit PSSB ini yang akan bermain untuk Timnas dan bermain di Gelora Jakarta. Insyaallah," tutur Mustafa.

Pembinaan Berlanjut Hingga Usia 19 Tahun

Mustafa menegaskan bahwa proses pembinaan tidak berhenti setelah turnamen ini selesai. Para pemain yang telah direkrut akan terus dipantau dan dibina hingga usia 19 tahun.

"Setelah pulang dari Soeratin, mereka akan terus kita bina sampai umur 19 tahun. Kalau bermain di klub lain boleh, tetapi ketika PSSB membutuhkan, mereka tetap terikat dengan PSSB," katanya. Ia berharap pola pembinaan ini dapat menjadikan Bireuen sebagai gudangnya pemain sepak bola berbakat di Aceh. "Mari jadikan sepak bola sebagai industri," pungkasnya.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: kabarbireuen.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top