ACEH — Kia akhirnya memboyong EV3 ke Amerika Serikat dan Kanada setelah lebih dulu dipasarkan di Eropa sejak akhir 2024. Model 2027 ini diposisikan sebagai salah satu SUV listrik paling terjangkau di AS, dengan varian termurah Light dibanderol mulai US$ 29.890 atau sekitar Rp 478 juta. Varian dasar itu mengandalkan satu motor listrik dengan baterai 58,3 kWh dan jarak tempuh EPA hingga 221 mil.
Di pasar AS, EV3 tersedia dalam lima level trim: Light, Wind, Land, GT-Line, dan GT. Penggerak roda depan menjadi standar, sementara AWD ditawarkan sebagai opsi pada trim Wind, Land, dan GT-Line. Biaya tambahan untuk sistem AWD adalah US$ 3.200.
Varian FWD menghasilkan 201 daya kuda dengan torsi 209 lb-ft, mampu berakselerasi 0-60 mph dalam 7,1 detik. Saat ditingkatkan ke AWD, motor tambahan di poros belakang menaikkan output gabungan menjadi 261 daya kuda dan torsi 284 lb-ft.
Khusus EV3 GT, tenaganya naik lagi menjadi 288 daya kuda dan torsi 345 lb-ft. Sprint 0-60 mph bisa ditempuh dalam 5,4 detik — cukup cepat untuk ukuran SUV listrik kompak.
Menariknya, EV3 GT mengadopsi sistem Virtual Gear Shift dan Active Sound Design seperti yang ada pada Hyundai IONIQ 5 N. Sistem ini mensimulasikan sensasi perpindahan gigi dengan suara mesin sintetis yang menyesuaikan torsi, memberi pengalaman berkendara lebih mirip mobil konvensional bagi pengemudi yang merindukan karakter mesin bakar.
Secara eksterior, GT mendapat pelek 19 inci dengan finishing Gloss Black, kaliper rem hijau, trim bumper depan-belakang hitam mengilap, body cladding bawah, dan paket body styling khas GT. Foto yang diunggah akun Instagram KindelAuto memperlihatkan EV3 GT tampil di tempat umum dengan desain sporty yang menonjol.
Di dalam kabin, EV3 GT membawa seluruh fitur tertinggi Kia, termasuk head-up display 12 inci, jok sport, audio premium Harman Kardon 8 speaker, dan elemen eksklusif GT lainnya. Semua varian EV3 sudah dilengkapi sistem ccNC (connected car Navigation Cockpit) dengan dukungan wireless Apple CarPlay dan Android Auto.
Total luas layar mencapai hampir 30 inci, terdiri dari dua layar 12,3 inci untuk instrumen pengemudi dan infotainment, plus layar kontrol iklim 5 inci. Fitur standar lain termasuk i-Pedal 3.0 untuk one-pedal driving, vehicle-to-load (V2L), dan Smart Cruise Control.
Seluruh trim EV3 sudah memakai port pengisian NACS standar. Baterai 58,3 kWh bisa diisi dari 10% ke 80% dalam sekitar 29 menit menggunakan DC fast charging 350 kW. Untuk baterai besar 81,4 kWh, waktunya sekitar 31 menit.
Hyundai IONIQ 5 N memang lebih bertenaga dengan output hingga 641 daya kuda dan torsi 568 lb-ft saat N Grin Boost aktif. Akselerasinya juga jauh lebih cepat, 0-60 mph dalam 3,3 detik — dua detik lebih cepat dari EV3 GT. Namun setelah pemotongan harga bulan lalu, IONIQ 5 N 2026 kini mulai dari US$ 59.900, sementara EV3 GT dibanderol mulai US$ 45.890.
Selisih harga sekitar US$ 14.000 itu membuat EV3 GT jadi pilihan menarik bagi konsumen yang menginginkan SUV listrik performa tinggi tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.