Wall Street Terkoreksi, Harga Minyak Melonjak 2,6% Usai Gencatan Senjata AS-Iran Berakhir

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:36:31 WIB
Wall Street terkoreksi di tengah kekhawatiran investor terhadap gangguan pasokan energi global.

ACEH — Pelemahan indeks acuan Wall Street terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap gangguan pasokan energi global. Dow Jones Industrial Average terkoreksi 272,63 poin atau 0,51% ke posisi 53.459,78, sementara Nasdaq Composite turun 0,32% menjadi 26.644,91.

Negosiasi Buntu dan Ancaman Ofensif Iran

Katalis utama pelemahan pasar adalah kebuntuan diplomasi antara Washington dan Teheran. Kantor berita pemerintah Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Iran menolak pembicaraan untuk memperpanjang nota kesepahaman (MoU) dengan AS. Seorang pejabat senior Iran bahkan menyatakan negaranya akan beralih ke posisi ofensif jika diplomasi gagal.

Ketegangan kian memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras. Kepada Fox News, Trump mengancam akan mengebom Oman jika negara tersebut menghalangi kepentingan AS di kawasan.

Lonjakan Harga Minyak dan Imbal Hasil Obligasi

Eskalasi geopolitik tersebut langsung mendorong harga komoditas energi. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) melonjak 2,6% ke level US$ 84,50 per barel, sementara patokan global Brent naik 2,7% ke US$ 90,87 per barel.

Kenaikan harga minyak ikut menyeret imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 30 tahun ke level tertinggi sejak Juni 2007. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi yang berpotensi kembali meningkat.

Pendiri Evertern Wealth Jason Stephens menilai investor kini kembali mencermati perkembangan negosiasi langsung antara kedua negara. Menurutnya, peluang harga minyak turun justru lebih besar dibandingkan risiko kenaikannya jika kesepakatan berhasil dicapai, terutama menjelang pemilihan umum paruh waktu AS.

"Kami kembali memantau negosiasi secara langsung, dan saya pikir banyak orang memilih untuk menutup mata terhadap hal ini," kata Stephens dikutip dari CNBC, Selasa (18/8).

"Tekanan terhadap pemerintahan saat ini sangat besar untuk benar-benar fokus pada masalah ini dan mencapai kesepakatan," ujarnya.

Saham Micron Menopang di Tengah Pelemahan

Di tengah tekanan pasar, saham Micron Technology justru mencatatkan kenaikan 4% dan menjadi salah satu penopang utama indeks. Sentimen positif datang dari pernyataan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick kepada The Wall Street Journal bahwa pemerintahan Trump tidak mendukung rencana Apple membeli cip memori dari Cina.

Kabar lain turut mendukung sentimen pelaku pasar. Bloomberg News melaporkan pendapatan perusahaan AI Anthropic pada kuartal II mencapai lebih dari US$ 11,5 miliar, melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Agenda Ekonomi Pekan Ini

Pekan ini investor akan mencermati sejumlah agenda penting. Federal Reserve dijadwalkan merilis risalah pertemuan terbarunya pada Rabu, yang akan memberikan sinyal arah kebijakan moneter ke depan.

Dari sisi korporasi, sejumlah perusahaan ritel besar akan merilis laporan keuangan. Walmart dijadwalkan mengumumkan hasil kinerjanya pada Kamis, sementara Home Depot dan Lowe's masing-masing akan melaporkan pada Selasa dan Rabu.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top