ACEH — Laptop ini bukan sekadar jajaran produk baru, melainkan jawaban Schenker atas kebutuhan pengguna yang butuh memori besar untuk virtual machine dan container. Alih-alih mengikuti arus utama yang memakai RAM terpasang penuh, Schenker memilih kombinasi unik antara memori solder dan slot ekspansi.
Angka 72 GB berasal dari kombinasi 8 GB DDR5 yang disolder langsung ke motherboard, ditambah satu slot SODIMM yang bisa diisi modul hingga 64 GB. Dengan begitu, total memori yang bisa dicapai adalah 72 GB dalam konfigurasi 8G+64G.
Menariknya, laporan dari ComputerBase Jerman menyebut Schenker awalnya berencana memakai modul LPCAMM2 yang bisa diganti. Rencana itu batal dan berubah menjadi desain solder-plus-SODIMM seperti yang dijual sekarang.
Perlu dicatat, konfigurasi RAM 72 GB di laman konfigurator saat ini berstatus "belum tersedia". Pembeli yang tidak mau menunggu bisa memilih modul Kingston Fury atau Crucial yang tersedia dalam varian 40 GB.
Keunggulan utama Element 16 terletak pada panel bawah yang bisa dibuka tanpa sekrup. Schenker berkomitmen menyediakan setidaknya satu generasi motherboard berikutnya yang kompatibel dengan bodi yang sama, menjadikannya pesaing langsung laptop modular Framework.
Panel bawah yang mudah dilepas juga memudahkan pengguna mengakses slot SODIMM dan M.2 untuk upgrade mandiri. Ini nilai plus bagi pengguna yang ingin memperpanjang umur laptop tanpa membeli unit baru.
Laptop ini dijual melalui toko resmi Bestware dengan harga awal 1.499 euro (sekitar Rp 24,7 juta) untuk varian Core Ultra 5. Upgrade ke Core Ultra 7 356H dikenakan biaya tambahan 150 euro (sekitar Rp 2,5 juta).
Schenker memberikan diskon early-bird 5 persen hingga akhir bulan ini, plus voucher 20 euro untuk pengguna yang mendaftar newsletter. Pesanan dijadwalkan dikirim mulai akhir Agustus 2026.
Dengan RAM besar dan desain modular, Element 16 menyasar pengguna yang kerap menjalankan beban kerja berat seperti virtualisasi dan pemrosesan data. Namun, ketiadaan GPU diskrit membuat laptop ini kurang cocok untuk gaming atau rendering 3D.
Bagi pengguna di Indonesia yang mengincar laptop modular dengan spesifikasi tinggi, Schenker menawarkan alternatif menarik selain Framework. Meski demikian, ketersediaan resmi di pasar lokal masih perlu dipantau, mengingat penjualan saat ini hanya melalui kanal Eropa.