ACEH — Marabahan, Kalimantanlive.com – Momentum upacara peringatan HUT RI ke-81 di Lapangan 5 Desember, Marabahan, Senin (17/8/2026), menjadi ajang apresiasi luar biasa bagi Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Kuala (Batola). Bupati Batola, Dr H Bahrul Ilmi SH MH, secara langsung menyerahkan empat penghargaan berbeda kepada jajaran Kejari.
Keempat penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Kejari Batola, Dr Andrianto Budi Santoso SH MH CSSL, didampingi oleh Kasi Pidsus, Kasi Datun, dan Kasi Pidum. Ini menandakan apresiasi tersebut menyasar kinerja di berbagai lini, bukan hanya satu seksi tertentu.
Penghargaan pertama merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi Kejari Batola dalam penegakan hukum yang dinilai efektif, akuntabel, transparan, dan berintegritas. Ini adalah fondasi utama yang menjadi penilaian keseluruhan kinerja institusi.
Dua penghargaan berikutnya lebih spesifik menyasar peran teknis kejaksaan. Seksi Intelijen mendapatkan apresiasi karena dinilai efektif dalam pelaksanaan Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) untuk mendukung program-program strategis daerah. Sementara itu, Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) diakui atas pendampingan hukumnya dalam proses Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemkab Batola.
Penghargaan terakhir terbilang unik karena diberikan atas penyelenggaraan Kegiatan Jelajah Alam Marabahan (JAM) pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini dinilai berhasil menumbuhkan semangat kebersamaan, partisipasi masyarakat, serta mempromosikan potensi wisata di Batola.
Yang menarik dari deretan penghargaan ini adalah kombinasi antara tugas pokok kejaksaan dan inisiatif di luar fungsi utama. Penghargaan untuk Seksi Datun dan Intelijen masih relevan dengan core business kejaksaan sebagai pengawal kebijakan dan pendamping hukum pemerintah daerah.
Namun, penghargaan untuk kegiatan Jelajah Alam Marabahan (JAM) menunjukkan bahwa peran kejaksaan di daerah kini dinilai lebih luas. Kegiatan yang digelar pada 8 Agustus 2026 tersebut dipandang berhasil menjadi jembatan antara institusi penegak hukum dengan masyarakat, sekaligus mengangkat potensi wisata lokal.
Apresiasi dari pemerintah daerah ini menjadi sinyal positif atas sinergi antara eksekutif dan aparat penegak hukum di Batola. Di banyak daerah, hubungan keduanya kerap berjarak, namun di Marabahan justru terjalin kolaborasi yang diakui kinerjanya secara terbuka.
Di balik rangkaian penghargaan ini, publik Batola tentu berharap apresiasi tersebut selaras dengan peningkatan kualitas pelayanan hukum yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Penghargaan dari bupati adalah pengakuan resmi, tetapi ujian sebenarnya adalah kepercayaan publik yang terus berjalan.
Ke depan, tantangan Kejari Batola bukan hanya mempertahankan standar yang sudah diakui ini, tetapi juga memastikan bahwa program-program seperti PPS dan pendampingan PBJ berjalan tanpa mengorbankan independensi. Apresiasi yang diberikan pada momen HUT RI ke-81 ini menjadi pekerjaan rumah baru untuk menjaga kepercayaan tersebut.