ACEH — Video yang diunggah di forum Reddit r/SelfDrivingCars pada Senin (12/8) memperlihatkan kendaraan otonom Tesla terjebak di area penutupan jalan di sebuah persimpangan Austin. Mobil sempat berhenti, merayap maju, mundur, lalu kembali maju sebelum akhirnya memaksa menembus tiang plastik pembatas dengan bunyi benturan terdengar jelas.
Pengguna Reddit dengan akun bladerskb, yang merekam dari kursi penumpang depan, mengidentifikasi lokasi kejadian di sudut jalan dekat gedung Texas Orthopedics. Berdasarkan penelusuran Google Street View, pembatas plastik tersebut telah terpasang di lokasi itu sejak Februari 2024.
Yang membuat insiden ini berbeda dari sekadar kecelakaan kecil adalah pola perilaku kendaraan. Mobil jelas mendeteksi keberadaan pembatas—terbukti dari aksinya yang berhenti beberapa kali. Namun, setelah gagal mencari alternatif, sistem memutuskan untuk tetap melaju menembus rintangan.
"Mobil melihat rintangan. Mobil berhenti di depan rintangan. Lalu memutuskan cara terbaik adalah menerobos," tulis salah satu komentar yang mendapat 54 likes. "Anda tidak bisa memperbaiki ini dengan sensor yang lebih baik, karena masalahnya bukan di sensing."
Kekhawatiran utama publik adalah jika logika yang sama diterapkan pada pembatas beton, barikade festival jalanan, atau zona kerja dengan pekerja di belakangnya. Sistem saat ini dinilai belum mampu membedakan tiang plastik fleksibel dengan rintangan keras yang membahayakan.
Kurang dari sebulan sebelum video ini beredar, Wakil Presiden AI Tesla Ashok Elluswamy menyatakan di earnings call Q2 2026 bahwa program robotaxi tanpa pengawas telah menempuh lebih dari 380.000 mil di enam kota dengan "zero notable incidents".
Angka itu jauh tertinggal dari Waymo yang mencatat 220 juta mil rider-only dan sekitar 500.000 perjalanan berbayar per minggu. Total jarak tempuh Tesla setara kurang dari 0,2 persen dari akumulasi Waymo, dan armadanya pun menyusut—dari puncak 25 unit menjadi hanya 14 kendaraan pada Juni lalu.
Dengan eksposur sekecil itu, catatan bersih Tesla bukanlah bukti keamanan, melainkan sekadar ukuran sampel yang terlalu kecil. Tesla juga telah mengajukan 22 laporan insiden sistem mengemudi otomatis ke NHTSA, dan keputusan untuk memasukkan insiden penabrakan pembatas ini ke daftar tersebut sepenuhnya ada di tangan perusahaan.
Tesla mengoperasikan layanan bantuan jarak jauh untuk situasi seperti ini, namun video tidak memperlihatkan apakah operator terlibat dalam upaya memindahkan kendaraan. Pada Juli lalu, dilaporkan seorang operator remote Tesla justru menabrakkan robotaxi ke tunggul pohon di Houston saat mencoba memandu kendaraan keluar dari jalan buntu.
Insiden ini muncul di tengah target Tesla untuk meluncurkan Cybercab—kendaraan dua kursi tanpa setir dan pedal—di jalanan Austin pada akhir bulan ini. Cybercab dijadwalkan menggunakan perangkat lunak yang sama dengan Model Y yang terbukti gagal menilai situasi di persimpangan tersebut.
Analis melihat kegagalan ini terjadi di hulu dari sistem persepsi. Tesla tidak menggunakan peta detail yang menjadi andalan Waymo, melainkan mengandalkan perhitungan tata letak jalan secara real-time. Mobil membaca lajur belok kanan, berkomitmen masuk, lalu tidak mampu menyusun strategi mundur untuk keluar dari kesalahannya sendiri.