BANDA ACEH — Ribuan anak usia dini tampil memukau dengan beragam kostum, mulai dari dokter, polisi, tentara, hingga pakaian adat Nusantara saat karnaval berlangsung. Mereka bergerak dari halaman Balai Kota Banda Aceh menuju Simpang Jam, melintasi Museum Tsunami Aceh dan SMP Negeri 17 Banda Aceh, sebelum berakhir di Blang Padang.
Wali Kota Banda Aceh sekaligus Bunda PAUD Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menyebut karnaval ini menjadi momentum strategis menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus. Kegiatan yang dekat dengan dunia anak ini dinilai efektif untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air sejak usia dini.
"Karnaval ini adalah wujud cinta kita kepada tanah air. Kita ajarkan kepada anak-anak sejak dini tentang semangat kemerdekaan, kebersamaan, dan gotong royong," ujar Illiza di sela-sela acara.
Menurut Illiza, keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak menjadi kunci utama kesuksesan acara ini. Momen karnaval dimanfaatkan sebagai ruang membangun kebersamaan keluarga, sekaligus mengawasi buah hati mereka selama mengikuti iring-iringan.
Konsep karnaval yang memadukan perayaan dengan edukasi ini diapresiasi para wali murid. Salah satunya Lia, yang menilai anak-anaknya mendapatkan pengalaman berbeda dalam merasakan suasana kemerdekaan.
"Bukan hanya sebuah perayaan tapi juga sebagai pembelajaran juga," kata Lia.
Lia menuturkan, anak-anak terlihat sangat antusias ketika mengenakan pakaian yang menggambarkan profesi tertentu. Kegiatan semacam ini, lanjut dia, membantu anak mengenal berbagai pekerjaan yang ada di lingkungan sekitarnya dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Kemeriahan pawai kemerdekaan ini semakin lengkap dengan penampilan drum band dari sejumlah SMP negeri di Banda Aceh. Tercatat ada lima sekolah yang turut memeriahkan, yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 3, SMP Negeri 6, SMP Negeri 10, dan SMP Negeri 17 Banda Aceh.
Partisipasi massif dari sembilan kecamatan se-Kota Banda Aceh ini menunjukkan antusiasme warga dalam menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia. Jalanan kota yang menjadi rute karnaval pun berubah menjadi lautan manusia dengan balutan warna-warni kostum anak-anak.