TAKENGON — Jumino, warga Kampung Arul Badak yang mengalami kelumpuhan kaki lebih dari tiga tahun akibat kecelakaan, akhirnya mendapatkan penanganan medis setelah dievakuasi tim gabungan ke RSU Datu Beru Takengon. Selama ini ia menetap di rumah kebun milik orang lain di Dusun Mas Arba, sebuah lokasi terasing yang jauh dari perkampungan dan tidak layak huni.
Sebelumnya, Jumino sempat menjalani perawatan intensif hingga ke rumah sakit provinsi. Namun karena keterbatasan biaya, ia memilih menghentikan pengobatan dan bertahan hidup dalam kondisi memprihatinkan di gubuk tersebut.
Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Tengah, Majid, SE, M.A.P, menyatakan bahwa proses rujukan kesehatan ini hanyalah langkah awal. Setelah kondisi Jumino stabil, lembaganya akan segera merelokasi Jumino beserta istrinya ke rumah layak huni yang telah disiapkan di Kampung Mongal.
"Baitul Mal juga akan memberikan modal usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga Jumino," sebutnya.
Ketua Baitul Mal Aceh Tengah, Azkia Umar, menegaskan bahwa respons cepat terhadap kondisi darurat mustahiq seperti ini tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakat dan infaqnya. Ia mengajak seluruh muzaki di Aceh Tengah untuk terus berpartisipasi aktif melalui Baitul Mal.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki di Aceh Tengah yang telah menyalurkan zakat dan infaknya melalui Baitul Mal. Kepercayaan dan dukungan mereka memungkinkan kami bergerak cepat membantu mustahiq yang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan penanganan segera," ujarnya.
Evakuasi yang melibatkan unsur Dinas Kesehatan, BPBD, Muspika Kecamatan Pegasing, hingga Reje Kampung Arul Badak ini menjadi contoh kolaborasi lintas instansi dalam menangani warga kurang mampu yang membutuhkan akses kesehatan dan kehidupan yang layak.