BIREUEN — Asisten I Setdakab Bireuen, Mulyadi, S.H., M.M., mewakili Bupati Bireuen secara resmi membuka pelatihan manajemen dayah tahun 2026. Kegiatan ini diikuti oleh unsur manajemen dari puluhan dayah di kabupaten tersebut.
Mulyadi menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah taktis untuk memperluas jangkauan transformasi digital hingga ke tingkat lembaga pendidikan Islam. Digitalisasi diharapkan tidak berhenti di lingkup dinas, tetapi mengalir deras ke setiap dayah.
Dalam sambutan tertulis Bupati Bireuen yang dibacakannya, Mulyadi menyampaikan bahwa keandalan data digital dari masing-masing dayah sangat penting bagi pemerintah daerah. Ketika sistem database dayah di seluruh kabupaten terintegrasi dengan baik, perumusan kebijakan pembangunan menjadi lebih tepat sasaran.
Data yang valid akan menjadi dasar penyaluran bantuan sarana prasarana fisik, beasiswa bagi santri miskin berprestasi, hingga penyaluran insentif guru. Proses penentuan tipe akreditasi dayah oleh Badan Akreditasi Dayah Aceh (BADA) juga akan berjalan dengan akurasi tinggi dan berkeadilan karena didasarkan pada data riil.
"Kita ingin manajemen dayah ke depan berjalan dengan lebih efisien, transparan, cepat, dan akuntabel," harap Mulyadi dalam sambutannya.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan DPD Bireuen, Asri, S.E., melaporkan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pimpinan dayah dalam tata kelola kelembagaan. Materi yang disampaikan mencakup manajemen pendidikan dayah, perencanaan program, hingga tertib administrasi.
Dua narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini. Irfan, S.P., M.Pd., menyampaikan materi pengelolaan koleksi perpustakaan dengan aplikasi Inlislite, sementara Anwar, S.Ag., M.A.P., membawakan materi manajemen dan tata kelola dayah, termasuk perencanaan dan pengembangan kelembagaan.
Pelatihan dirancang dengan metode partisipatif, meliputi penyampaian materi, diskusi, studi kasus, hingga praktik langsung. Para peserta juga akan menjalani evaluasi hasil pelatihan untuk mengukur pemahaman mereka.
Mulyadi berpesan agar para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan dan disiplin. "Manfaatkan kesempatan yang berharga ini untuk berdiskusi, belajar, dan mempraktikkan langsung ilmu-ilmu digitalisasi manajemen yang diajarkan oleh para instruktur kita," tutupnya.
Asri menambahkan, dengan adanya pelatihan ini diharapkan terwujud dayah yang lebih tertib, profesional, dan berkualitas dalam menjawab tantangan perkembangan zaman.