Pemko Sabang Tanam Perdana Padi Gogo di Lahan Kosong Cot Mancang, Target 40 Hektare untuk Ketahanan Pangan

Penulis: Zulkifli Arief  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:15:31 WIB
Wali Kota Sabang melakukan penanaman perdana padi gogo di lahan kosong Jurong Cot Mancang, Gampong Cot Ba'u, Kecamatan Sukajaya, Rabu.

Pemerintah Kota Sabang mulai memanfaatkan lahan kosong di kawasan Jurong Cot Mancang, Gampong Cot Ba'u, Kecamatan Sukajaya, untuk pengembangan padi gogo seluas 5.000 meter persegi. Langkah ini menjadi solusi keterbatasan lahan sawah di kepulauan paling barat Indonesia itu sekaligus upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat setempat.

SABANG — Lahan tidur yang selama ini terbengkalai di Jurong Cot Mancang, Gampong Cot Ba'u, Kecamatan Sukajaya, akhirnya mulai dibuka untuk ditanami padi gogo. Penanaman simbolis yang dilakukan Wali Kota Sabang Zulkifli Adam pada Rabu ini menandai dimulainya program pemanfaatan lahan kosong untuk pertanian di wilayah yang tidak memiliki sawah tersebut.

Ketersediaan lahan persawahan yang nyaris tidak ada menjadi alasan utama pemerintah kota mengalihkan perhatian pada komoditas padi gogo. Jenis padi yang tidak membutuhkan genangan air ini dinilai paling relevan dengan kondisi geografis Sabang yang berbukit dan didominasi lahan kering.

Target 40 Hektare Tersebar di Tiga Kecamatan

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Widya, mengungkapkan bahwa lokasi Cot Mancang hanyalah titik awal. Penanaman akan dilanjutkan secara bertahap ke sejumlah kawasan lain seperti Jaboi, Batee Shoek, Paya, dan Balohan.

Untuk tahun ini, usulan calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang diajukan mencapai 40 hektare. Area tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Sukajaya, Sukakarya, dan Sukamakmue.

Petani Tak Perlu Khawatir Soal Benih dan Pupuk

Widya memastikan para petani yang tergabung dalam program ini tidak akan terbebani biaya produksi di awal. Dukungan benih berasal dari bantuan APBN, sementara pemerintah kota menyiapkan pupuk serta obat-obatan pertanian seperti insektisida, fungisida, dan herbisida.

"Nanti kita juga akan mendukung bantuan pupuk, kemudian bantuan obat-obatan seperti insektisida, fungisida dan herbisida," kata Widya.

Wali Kota: Ikuti Arahan Penyuluh agar Hasil Maksimal

Zulkifli Adam mengingatkan para petani untuk tidak mudah menyerah dan terus optimis menghadapi musim tanam pertama ini. Menurutnya, keberhasilan budidaya padi gogo sangat bergantung pada kepatuhan petani terhadap teknis yang disarankan penyuluh pertanian.

"Petani harus optimistis dan tidak mudah menyerah. Yang paling penting, ikuti apa yang disampaikan oleh penyuluh," ujarnya.

Ia menambahkan, tanah-tanah kosong yang belum produktif di Sabang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin, tidak hanya untuk padi gogo tetapi juga jagung dan tanaman pangan lainnya. Hal ini sejalan dengan upaya jangka panjang mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.

Penanaman padi gogo tahun ini ditargetkan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026. Selama proses tersebut, pemerintah kota akan melakukan pendampingan intensif melalui penyuluh di masing-masing wilayah.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top