BANDA ACEH — Ribuan lulusan Universitas Syiah Kuala (USK) resmi dilepas dalam Sidang Senat Terbuka wisuda ke-170 yang berlangsung tiga hari, 26-28 Agustus 2026. Dari total 3.028 wisudawan, sebanyak 1.355 orang meraih predikat cumlaude.
Di balik angka tersebut, ada dua kisah menarik tentang jalur alternatif kelulusan. Siti Nurhaliza, lulusan Magister Pengelolaan Lingkungan, dan Maghfirah Izzani, lulusan Ilmu Pemerintahan FISIP, berhasil menyelesaikan studi tanpa menyusun tugas akhir konvensional.
Siti Nurhaliza, mahasiswa pascasarjana jalur fast-track, resmi diwisuda pada Kamis (27/8/2026). Karya ilmiahnya yang dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi menjadi syarat pengganti tesis yang diakui secara akademik.
Sehari kemudian, giliran Maghfirah Izzani yang menyusul. Wisudawan Program Studi Ilmu Pemerintahan ini juga memenuhi ketentuan akademik melalui publikasi penelitian pada jurnal bereputasi, sehingga tidak perlu lagi menyusun skripsi.
Kedua kasus ini menjadi bukti bahwa jalur publikasi ilmiah bukan sekadar wacana. USK secara konsisten membuka opsi ini bagi mahasiswa yang risetnya layak terbit di jurnal berkualitas.
Wisuda hari kedua juga menandai keterbukaan USK terhadap mahasiswa asing. Tata Drame asal Mali, lulusan Magister Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Terpadu, dan Nur Zarifah binti Zailani asal Malaysia, lulusan Magister Ilmu Kebencanaan, turut diwisuda.
Rektor USK Prof. Mirza Tabrani menyampaikan selamat kepada kedua lulusan internasional tersebut. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama di Aceh dapat bermanfaat ketika mereka kembali ke negara masing-masing.
Di tengah euforia kelulusan, Mirza mengingatkan para wisudawan tentang tantangan dunia kerja yang kian kompleks. Ketidakpastian global, perubahan teknologi, dan disrupsi kecerdasan buatan (AI) menjadi ujian nyata setelah kampus.
Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) awal 2026 yang mencatat tingkat pengangguran usia 22-27 tahun mencapai 6 persen. Karena itu, lulusan tidak boleh hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang.
"Kepada para wisudawan, kami berharap saudara tidak hanya berpikir tentang bagaimana mendapatkan pekerjaan, tetapi juga bagaimana menciptakan peluang kerja," ujar Mirza di hadapan ribuan hadirin.
Mirza menegaskan ijazah tidak cukup untuk bertahan. Kemampuan beradaptasi, berpikir kreatif, memecahkan masalah, dan kemauan terus belajar menjadi modal utama menghadapi perubahan.
Dengan berakhirnya rangkaian wisuda periode Mei-Juli 2026, total alumni USK mencapai 176.494 orang. Mereka tersebar di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.
Pada kesempatan itu, Mirza juga mengapresiasi peran keluarga yang mendukung perjalanan pendidikan para wisudawan. Menurut dia, pencapaian ini bukan semata kerja keras mahasiswa, melainkan juga buah doa dan pengorbanan orang tua.
"Pencapaian ini bukanlah buah dari kerja keras saudara semata. Ada doa yang tak pernah putus dan ada keringat yang tak pernah diceritakan. Merekalah yang berjuang dan berkorban agar saudara bisa berdiri di titik ini hari ini," tuturnya.