BANDA ACEH — Penghargaan dari Serambi Award itu dilandasi aksi nyata yang bergerak cepat sejak hari kedua pascabencana. Satgas Kemenag langsung membentuk tim tanggap darurat untuk menembus wilayah-wilayah terisolasi yang terdampak parah.
Delapan daerah menjadi fokus utama pemulihan, yakni Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, serta Aceh Tengah dan Gayo Lues. Tim tidak hanya mendata kerusakan, tetapi langsung turun tangan memulihkan fasilitas pendidikan dan keagamaan.
Sektor pendidikan menjadi prioritas utama. Kemenag Aceh memastikan hak belajar anak-anak tetap berjalan meski gedung sekolah rusak atau bahkan hanyut terbawa bencana.
Salah satu langkah nyata terlihat di Pidie Jaya. Ruang belajar siswa MIN 5 Pidie Jaya yang terdampak parah dialihkan sementara ke kompleks masjid dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) setempat.
Langkah ini diambil agar proses belajar mengajar tidak terhenti di tengah kondisi darurat. Anak-anak tetap bisa mengikuti pelajaran sambil menunggu pembangunan kembali gedung sekolah yang permanen.
Pemulihan juga menyasar fasilitas keagamaan yang menjadi pusat aktivitas warga. Kemenag Aceh menggerakkan aksi gotong royong untuk membersihkan masjid, mushalla, meunasah, dan Kantor Urusan Agama (KUA) yang terdampak bencana.
Langkah ini penting untuk mengembalikan fungsi rumah ibadah dan layanan keagamaan. Di masa darurat, tempat-tempat tersebut biasanya kembali menjadi pusat komunikasi dan aktivitas masyarakat. Kemenag Aceh juga mendorong solusi jangka panjang dengan memfasilitasi penyediaan dan pembebasan lahan baru untuk pembangunan madrasah dan KUA.
Selain itu, instansi ini turut menyalurkan bantuan rehabilitasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mempercepat proses pembangunan kembali.
Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari, menegaskan penghargaan tersebut adalah buah kerja bersama seluruh jajaran. Ia mengapresiasi dedikasi personel dari tingkat provinsi hingga kecamatan yang bahu-membahu memulihkan lembaga agama.
"Alhamdulillah, ini adalah buah karya bersama dan dukungan semua pihak. Terima kasih kepada teman-teman mulai dari provinsi, kabupaten, sampai kecamatan yang telah bersama-sama berupaya dalam rangka pemulihan pendidikan keagamaan, KUA, dan masjid sehingga berangsur pulih kembali," ucapnya.
Ia juga mengingatkan jajarannya untuk terus meningkatkan kinerja dan tidak cepat berpuas diri. "Janganlah cepat berpuas diri, terus tingkatkan kinerja. Tetaplah menjadi teladan dalam kebaikan," ungkap Azhari.
Penghargaan Serambi Award ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di sektor pendidikan dan keagamaan di Aceh.