SINGKIL — Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Singkil menggencarkan program pembinaan karakter bagi pelajar dengan mengunjungi sejumlah sekolah di wilayahnya. Sebanyak 10 tim diterjunkan ke 10 sekolah berbeda, dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, untuk menanamkan nilai-nilai adab dan etika sosial yang dinilai mulai terkikis pada generasi muda.
Ketua MAA Aceh Singkil, H. Zakirun Pohan, S.Ag., M.M., dalam amanatnya sebagai pembina Upacara Bendera di UPTD SPF SMP Negeri 1 Gunung Meriah, Senin (31/8/2026), menegaskan bahwa adab merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter. Menurutnya, ilmu setinggi apa pun tidak akan bermakna bila tidak dihiasi dengan adab yang baik.
"Ilmu yang tinggi tidak akan ada artinya jika tidak dihiasi dengan adab yang baik. Dan adab lebih tinggi daripada ilmu," tegas Zakirun di hadapan para siswa.
Dalam kesempatan itu, Zakirun memaparkan tiga praktik adab sederhana yang bisa langsung diterapkan para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun rumah.
Para siswa diminta untuk senantiasa menunjukkan rasa hormat dengan menyimak saat guru atau orang tua berbicara. Bertutur kata sopan dan tidak membantah menjadi kunci agar ilmu yang diperoleh mendatangkan keberkahan.
Perilaku perundungan atau bullying, saling mengejek, dan penyebaran berita bohong harus dihindari. Menjaga perasaan sesama teman menjadi bagian penting dari etika sosial.
Kepedulian terhadap kenyamanan bersama diwujudkan dengan menjaga kebersihan dan merawat fasilitas sekolah. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab moral seluruh warga sekolah.
Zakirun berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki sopan santun dan kepedulian sosial yang tinggi. Kunjungannya ke SMP Negeri 1 Gunung Meriah didampingi anggota MAA lainnya, di antaranya Maksum Malau dan Ustaz Karmilin Munte.
Di lokasi berbeda, UPTD SPF SDN 1 Singkil mendapat kunjungan dari Sabri Party selaku pembina upacara yang didampingi Imam Badri. Sabri menyampaikan bahwa ilmu yang diperoleh anak akan menjadi amal jariah bagi para dewan gurunya.
"Sehingga didiklah anak-anak dengan suka duka meskipun bapak/ibu guru akan mendapat gelar sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Namun, surga akan menunggu bapak/ibu semua," ucapnya.
Program yang menyasar 10 sekolah ini melibatkan jajaran pengurus MAA dari tingkat kabupaten hingga kecamatan. Berikut rincian sekolah dan koordinator yang bertugas:
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan karakter berkelanjutan yang digagas MAA Aceh Singkil. Inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap mulai lunturnya nilai-nilai adab di kalangan kawula muda akibat derasnya arus budaya luar yang masuk tanpa filter.