Pemkab Pidie Jaya memperketat pengawasan distribusi kebutuhan pokok untuk menghadapi lonjakan permintaan selama perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung tiga bulan ke depan. Bupati Sibral Malasyi meminta jajarannya mengantisipasi potensi kenaikan harga dan kelangkaan komoditas strategis lebih dini, bukan menunggu masalah muncul.
PIDIE JAYA — Masyarakat Aceh akan memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan kenduri dan jamuan makan selama tiga bulan. Momen itu dipastikan mendorong peningkatan kebutuhan pokok di Kabupaten Pidie Jaya, sehingga distribusi barang harus dijaga ketat sejak sekarang.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menegaskan bahwa perubahan harga di pasaran tidak semata-mata dipengaruhi produksi. Kelancaran rantai pasok dan perilaku pasar ikut menentukan kestabilan harga kebutuhan masyarakat.
"Pengawasan distribusi kebutuhan pokok terus diperkuat karena perubahan harga tidak hanya dipengaruhi produksi, tetapi juga kelancaran rantai pasok dan perilaku pasar," kata Sibral Malasyi di Pidie Jaya, Senin.
Lonjakan permintaan saat perayaan keagamaan kerap memicu spekulasi harga di tingkat pedagang. Untuk itu, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan ketersediaan stok, tetapi juga menyiapkan langkah intervensi langsung di lapangan.
"Kami minta jajaran pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kelangkaan dan kenaikan harga komoditas strategis. Operasi pasar, dan penguatan pasokan harus disiapkan sebagai langkah konkret untuk menjaga harga tetap terjangkau," ujarnya.
Seluruh satuan kerja pemerintah daerah juga diminta memastikan setiap program yang berjalan memiliki kontribusi nyata terhadap pengendalian inflasi. Program yang tidak menjawab kebutuhan masyarakat dinilai tidak akan efektif menahan gejolak harga.
Sibral Malasyi menekankan pentingnya pengendalian berbasis data. Setiap komoditas yang harganya mulai merangkak naik harus terdeteksi sejak dini, sehingga penyebabnya bisa dianalisis sebelum berdampak lebih luas.
"Kita harus mengantisipasi sebelum persoalan itu terjadi. Kalau kita bisa mengendalikan lebih awal, tentu lebih baik daripada kita baru bergerak setelah persoalan terjadi," kata Sibral Malasyi.
Data harga dan ketersediaan kebutuhan pokok diwajibkan diperbarui dan dilaporkan secara rutin. Dengan begitu, pemerintah bisa langsung mengetahui komoditas mana yang bermasalah, apa pemicunya, serta langkah penanganan yang paling tepat.
"Tujuan semua ini adalah bagaimana masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Setiap persoalan harus diidentifikasi lebih awal, dan dicarikan solusinya sebelum masalah menjadi lebih besar," tutup Bupati Pidie Jaya.