Fabio Quartararo Tolak Bantu Pengembangan Yamaha M1 2027, Hubungan Berakhir Panas

Penulis: Faisal Hasbi  •  Selasa, 01 September 2026 | 13:05:01 WIB
Fabio Quartararo menolak terlibat dalam pengembangan Yamaha M1 2027 setelah tidak diizinkan mengikuti tes di Austria.

ACEH — Keputusan Fabio Quartararo untuk menolak membantu pengembangan motor Yamaha M1 bukan sekadar isu internal tim. Ini menjadi pukulan telak bagi Yamaha yang tengah membangun ulang fondasi teknis untuk regulasi 2027, terutama setelah pabrikan asal Jepang itu memutuskan beralih dari mesin empat silinder segaris ke konfigurasi V4.

Bagi Quartararo, alasan penolakan ini sederhana: dia sudah memastikan masa depannya bersama Honda mulai musim depan. Tidak ada insentif baginya untuk menghabiskan sisa musim ini mengembangkan motor yang tidak lagi akan ia tunggangi di tahun berikutnya.

Tes Austria Jadi Titik Retak Hubungan Quartararo dan Yamaha

Pemicu utama kecewanya Quartararo adalah keputusan Yamaha yang tidak mengizinkannya mengikuti tes di Red Bull Ring, Austria, pada September lalu. Padahal sesi tersebut menjadi kesempatan penting untuk mempelajari karakter ban Pirelli yang akan dipakai MotoGP mulai 2027.

"Untuk memperjelas, sebenarnya—saya tidak tahu apakah boleh mengatakannya—tapi saya akan mengatakannya juga: saya ingin mengikuti tes di Austria. Namun sayangnya, Yamaha tidak ingin saya mengendarai motor (baru) dengan ban Pirelli. Saya ingin melakukan sesuatu, tapi mereka tidak menginginkannya," ungkap El Diablo seperti dikutip dari GPOne.

Penolakan ini makin terasa pahit karena Quartararo sebenarnya ingin terlibat. Ia mengaku sempat bersedia membantu, tetapi berubah pikiran setelah merasa Yamaha tidak memberikan kesempatan yang adil untuk ikut mengembangkan motor generasi berikutnya.

Yamaha Kehilangan Satu-Satunya Rider Berpengalaman Jelang Revolusi 2027

Situasi ini menjadi rumit karena Yamaha membutuhkan data sebanyak mungkin dalam waktu singkat. Pada 2027, dari empat pembalap yang ada, hanya Toprak Razgatlioglu yang bertahan. Jorge Martin, Ai Ogura, dan Izan Guevara semuanya rekrutan baru yang belum sepenuhnya mengenal karakter M1.

Tanpa kontribusi Quartararo, Yamaha harus mengandalkan data dari pembalap yang baru pertama kali menunggangi motor bermesin V4. Sementara itu, sang juara dunia 2021 justru memilih fokus menjalani sisa musim dengan motor yang sudah ia kenal baik sebelum benar-benar berpisah.

Mesin V4 yang Masih Butuh Penyempurnaan, M1 Segaris yang Masih Kompetitif

Ironisnya, M1 bermesin empat silinder segaris yang selama ini dipakai Quartararo masih menunjukkan performa menjanjikan. Ia nyaris meraih kemenangan di MotoGP Silverstone 2025 dan kerap tampil kompetitif, terutama dalam sesi kualifikasi. Namun Yamaha sudah memutuskan meninggalkan konfigurasi tersebut demi mengejar regulasi baru yang akan mulai diterapkan pada 2027.

Musim ini Quartararo diharapkan ikut menyempurnakan mesin V4 yang masih dalam tahap pengembangan awal. Tujuannya jelas: membangun fondasi teknis yang kuat sebelum era baru dimulai. Tapi dengan keputusan hengkangnya ke Honda, permintaan itu kehilangan daya tariknya.

Perpisahan yang tadinya diwarnai pencapaian dan kerja sama panjang kini berakhir dengan catatan pahit. Setelah bertahun-tahun bersama dan meraih berbagai prestasi, hubungan Quartararo dengan Yamaha ditutup oleh perselisihan soal siapa yang berhak menentukan arah pengembangan motor masa depan.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top