Freelancer.com Catat Lonjakan 87% Pekerjaan Perbaiki 'AI Slop' hingga 2026

Penulis: Faisal Hasbi  •  Jumat, 04 September 2026 | 13:49:01 WIB
Sejumlah freelancer global kini mengerjakan perbaikan konten berkualitas rendah yang dihasilkan kecerdasan buatan, menyusul lonjakan permintaan hingga 87% di platform Freelancer.com.

ACEH — Fenomena adopsi AI di kalangan korporasi memunculkan pasar kerja baru yang ironis: alih-alih menggantikan manusia, kehadiran ChatGPT, Gemini, dan Claude justru menciptakan banjir proyek "pembersihan" konten berkualitas rendah. Freelancer.com mencatat kenaikan permintaan untuk frasa seperti "correct AI", "AI hallucination", dan "AI error" hingga 87% menjadi 10.760 lowongan global.

Platform lain menunjukkan tren serupa. Upwork mengamati kenaikan pekerjaan perbaikan AI hingga 70% secara tahunan, sementara Fiverr mencatat keyword "AI cleanup" naik 20 kali lipat dalam periode 2023 sampai 2026.

Modus Baru Perusahaan Kurangi Biaya

CEO Freelancer.com Matt Barrie menyebut permintaan ini kebanyakan berasal dari perusahaan kecil dan pengusaha yang memakai AI sebagai draf pertama, kemudian menghadapi masalah yang tak bisa mereka selesaikan sendiri.

"Hasil AI membutuhkan campur tangan manusia untuk mengubahnya jadi lebih matang dan benar-benar dapat digunakan," ujar Barrie, dikutip dari Guardian.

Pergeseran ini terjadi di tengah tren perusahaan yang mengurangi jumlah karyawan tetap di bidang kreatif. Hasilnya, para profesional lepas kini disibukkan dengan perbaikan gambar rusak, rekaman cacat, atau teks yang perlu "dimanusiakan".

Jenis Pekerjaan yang Paling Banyak Diminta

Di ranah visual, freelancer kerap diminta menajamkan resolusi gambar atau video, menyaring noise, hingga memperbaiki anomali khas AI seperti jari tambahan atau arah bayangan yang salah. Pekerjaan ini juga mencakup pengecekan potensi pelanggaran hak cipta.

Sementara di bidang penulisan, tugas yang mendominasi adalah koreksi kesalahan bahasa, perbaikan struktur paragraf yang janggal, hingga menyuntikkan nuansa emosional pada naskah buatan AI.

Freelancer Mulai Meragukan Keberlanjutan Jasa Ini

Penulis lepas asal Australia, Kym Dunbar, mengatakan pekerjaan menulis blog dan konten situs web tradisionalnya menyusut. Kini, pembersihan konten AI menyumbang sekitar 60% dari total beban kerjanya. Ia menganggap pekerjaan ini menarik, tetapi mengkhawatirkan persepsi publik yang mulai menganggap AI sebagai "segala-galanya" dalam proses kreatif.

"Saya hanya merasa sayang sekali kita harus melakukan ini," kata Dunbar.

Kekhawatiran serupa dirasakan Lisa, desainer grafis lepas asal Spanyol. Sebanyak 90% pekerjaannya kini didominasi perbaikan AI slop yang ia nilai "tanpa jiwa" dan melelahkan. Ia memperkirakan dalam satu atau dua tahun ke depan, AI mungkin sudah mampu mendesain sebaik manusia.

Lisa akhirnya memutuskan berhenti dari pekerjaan tersebut dan kembali melukis di kanvas serta media fisik lain. "Aku tidak tahu apakah aku cukup mampu untuk bertahan di dunia digital," tuturnya.

Meski menjanjikan secara ekonomi, tren ini memunculkan pertanyaan besar: akankah jasa perbaikan ini menjadi batu loncatan, atau justru jembatan terakhir sebelum AI sepenuhnya mengambil alih pekerjaan kreatif?

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top