ACEH — IFA selalu jadi ajang "reboot" paruh tahun bagi industri teknologi—tempat ide-ide liar dari CES awal tahun berubah menjadi produk nyata. Namun edisi 2026 ini terasa berbeda. Hampir semua pengumuman besar datang dari sektor komputasi, dan sisanya berupa gebrakan di ranah robot rumah tangga, audio, hingga kamera. Setelah menguji puluhan kandidat di lokasi, Tom's Guide akhirnya memilih 26 produk terbaik. Berikut lima di antaranya yang paling layak Anda pantau sebelum mengeluarkan uang.
Lenovo berkolaborasi dengan Pantone Institute untuk menciptakan tujuh pilihan warna yang masing-masing punya karakter kuat. Selain itu, keycap keyboard-nya bisa diganti sesuai selera. Ini langkah berani di kelas laptop murah yang biasanya identik dengan bodi abu-abu polos.
Dari sisi spesifikasi, Vibe tersedia dengan chip Qualcomm Snapdragon atau AMD Ryzen, dengan opsi Intel menyusul kemudian. Yang menarik, Lenovo tidak memangkas port: USB-A, USB-C, microSD, HDMI, bahkan slot untuk SSD kedua. Ini nilai jual besar untuk pelajar yang butuh laptop multifungsi dengan budget terbatas.
Ini bukan sekadar GPU mobile baru. Pada sesi demo tertutup, Nvidia menunjukkan kemampuan "agentic AI" di mana komputer bekerja bersama pengguna, bukan sekadar menjalankan perintah. Performanya pun disebut "blistering", baik saat terhubung charger maupun tidak.
RTX Spark N1X akan hadir dalam dua varian pada Oktober 2026: satu dengan GPU selevel RTX 5070, dan model dasar dengan grafis mirip RTX 5060 Ti. Jika klaim ini akurat, laptop Windows akhirnya punya jawaban sejati untuk MacBook Pro—baik untuk kreator maupun gamer.
Acer kembali dengan konsep "aneh" yang justru membuat penasaran. Dalam posisi tertutup, DualPlay Mini adalah gimbal handheld yang nyaman digenggam dengan haptic solid. Tetapi, buka layarnya dan putar engselnya, ia berubah menjadi mini laptop dengan keyboard QWERTY lengkap.
Jurnalis Tom's Guide yang mencobanya mengaku "100% akan membeli besok jika diproduksi". Konsep ini menjawab dilema nyata: ingin gaming di perjalanan, tapi sesekali butuh mengetik dokumen darurat. Sayangnya, ini masih sekadar konsep dan belum ada kepastian produksi massal.
Roborock menghadirkan Saros 20 Flow dengan daya hisap 36.000Pa dan kecepatan putaran mop 240r/min. Fitur yang paling menarik adalah pencucian head mop menggunakan air mendidih—bukan sekadar air biasa—untuk hasil lebih higienis.
Robot ini juga punya "kaki" yang bisa menaiki ambang pintu setinggi hingga 8,8cm. Dengan pengenalan 300 objek dan navigasi AI, ia dirancang untuk rumah yang penuh hambatan. Ketersediaan dijadwalkan akhir September 2026, namun harga belum diumumkan.
DJI akhirnya mencuri trik terbaik Insta360: lensa yang bisa diganti. Ini menyelesaikan masalah klasik kamera 360—lecet atau retak kecil di lensa berarti harus service mahal. Kini, cukup ganti lensa saja.
Secara spesifikasi, Osmo 360 II unggul dari Insta360 X6: video 8K60 (vs 8K50) dan penyimpanan internal 105GB (vs 47GB), dengan harga lebih murah. Kekurangannya? Seperti rilisan DJI terbaru lainnya, kemungkinan besar tidak akan masuk pasar Amerika Serikat secara resmi dalam waktu dekat—dan nasibnya di Indonesia juga belum jelas.
Dari daftar 26 produk pemenang, beberapa hal perlu dicermati:
IFA 2026 membuktikan inovasi tidak hanya datang dari Apple atau Samsung. Kategori PC, robot rumah tangga, dan kamera 360 justru paling kompetitif tahun ini. Untuk pasar Indonesia, prioritas utama adalah mengecek ketersediaan resmi dan dukungan purna jual—karena produk terbaik sekalipun tidak berguna jika sulit diperbaiki.