ACEH — Gangguan operasional penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa hari lalu menjadi ujian nyata bagi ketahanan sektor pariwisata nasional. Penutupan tujuh bandara di tiga provinsi sempat melumpuhkan mobilitas udara, tetapi pemulihan cepat dilakukan. Kini seluruh bandara terdampak telah dibuka kembali, dan optimisme pemerintah terhadap target pertumbuhan kunjungan wisatawan tetap terjaga.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) secara kumulatif mencapai 8,98 juta kunjungan pada Januari-Juli 2026. Angka ini meningkat 5,23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus menjadi capaian tertinggi sejak 2020.
Wisatawan pemegang paspor Malaysia mendominasi dengan porsi 15 persen. Posisi berikutnya ditempati Australia sebesar 12,34 persen dan China 10,28 persen. Komposisi ini menunjukkan pasar regional Asia Tenggara dan Oseania masih menjadi penyumbang utama, dengan pasar China mulai menguat kembali.
Dampak erupsi terhadap sektor penerbangan cukup masif. Kementerian Perhubungan mencatat 2.961 penerbangan domestik dan internasional terganggu, baik dibatalkan maupun dijadwalkan ulang. Sekitar 341 ribu penumpang terdampak kebijakan penutupan bandara yang tersebar di Lampung, Banten, dan Jawa Barat.
Menteri Widiyanti mengakui gejala alam memberikan efek nyata terhadap pariwisata dalam jangka pendek. Namun ia menegaskan dinamika ini tidak mengubah arah pertumbuhan yang sedang berlangsung. "Kita harus optimistis tentunya. Kita tentu harus adaptif merubah strategi. Bagaimana mendorong wisatawan mancanegara datang dan wisatawan nusantara itu adalah kekuatan kita," ujarnya usai prosesi wisuda di Poltekpar NHI Bandung, Selasa (8/9).
Pembukaan kembali tujuh bandara pada hari yang sama menjadi sinyal positif bagi kelancaran arus wisatawan. Widiyanti menekankan peran dukungan kementerian lain, khususnya dalam menangani gangguan penerbangan, sebagai faktor krusial dalam menjaga kepercayaan pelaku industri.
"Kami juga didukung oleh kementerian lain termasuk saat menangani gangguan penerbangan. Jadi, kami harap ini bisa dipertahankan dan kita tetap optimis ya, tetap berdoa," kata Widiyanti.
Alih-alih mengandalkan pasar internasional semata, pemerintah menilai wisatawan nusantara (wisnus) sebagai penyangga utama sektor pariwisata saat terjadi gejolak. Strategi promosi ganda—menarik wisman sekaligus menggerakkan wisnus—menjadi pendekatan yang diambil untuk memitigasi risiko gangguan alam serupa di masa mendatang.
"Mudah-mudahan tidak berkepanjangan, karena ini sangat berdampak pada pariwisata kita yang tadi kita sampaikan sudah tumbuh 5,23 persen itu kami ingin tetap dorong. Nah, kita harus bekerja maksimal, lebih keras lagi untuk mempromosikan dan meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia," tuturnya.
Bagi traveler yang merencanakan perjalanan ke kawasan Lampung, Banten, atau Jawa Barat dalam waktu dekat, status bandara telah kembali normal. Informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik dapat dipantau melalui akun resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelum keberangkatan.