TAPAKTUAN — Tim Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) yang melibatkan TNI, Polri, dan BPBD masih berjibaku melakukan evakuasi serta pemantauan di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Selatan. Warga yang belum mengungsi tetap berada di rumah masing-masing dan terus dipantau petugas.
Kepala Data, Informasi, dan Humas Posko Komando Kabupaten Aceh Selatan, Dicky Ichwan, menyebut angka terdampak dan pengungsi berasal dari laporan terbaru posko. Pihaknya menegaskan pendataan terus diperbarui mengikuti perkembangan di lapangan.
Dari 756 jiwa yang terdampak, sebanyak 161 jiwa atau 43 kepala keluarga memilih mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman. Sisanya masih bertahan di kediaman masing-masing.
"Berdasarkan laporan dari Posko PDB secara keseluruhan terdapat 756 jiwa masyarakat yang terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 161 jiwa atau 43 kepala keluarga telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sementara masyarakat terdampak lainnya masih berada di rumah masing-masing dan terus dalam pemantauan petugas," ujar Dicky Ichwan, Minggu (1/11/2026).
Kondisi di lapangan belum sepenuhnya stabil. Sejumlah wilayah masih tergenang, dan di beberapa titik ketinggian air justru bertambah.
Tim PDB memprioritaskan keselamatan anak-anak, lansia, dan kelompok rentan dalam setiap proses evakuasi. Pemantauan dilakukan bergiliran mengingat cuaca yang belum bisa dipastikan.
Masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Warga di kawasan rawan juga diimbau tidak memaksakan diri bertahan di rumah bila air terus meninggi.
"Tim PDB terus melakukan pemantauan dan evakuasi. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia dan kelompok rentan," kata Dicky.
Jika kondisi memburuk, warga diharapkan segera mengikuti arahan evakuasi menuju lokasi yang telah dinilai aman. Penanganan banjir di Aceh Selatan masih berlangsung dengan keterlibatan TNI, Polri, BPBD, dan warga setempat.