TAPAKTUAN — Luapan Sungai Lae Soraya, yang juga dikenal sebagai Sungai Gelombang dan berhulu di Kota Subulussalam, menggenangi permukiman warga di Desa Lhok Raya. Pendataan sementara BPBD Aceh Selatan mencatat 150 rumah terdampak, sementara 46 jiwa memilih bertahan di lokasi pengungsian Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Aceh.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menurunkan personel BPBD dan Dinas Sosial untuk menangani dampak banjir. Petugas membantu warga sekaligus memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi selama berada di lokasi aman.
Dapur Lapangan untuk Warga yang Belum Bisa Pulang
Dapur lapangan disiapkan menyediakan makanan bagi masyarakat terdampak, terutama warga yang rumahnya masih tergenang. Bupati Mirwan MS mengerahkan tim penanganan darurat sejak genangan dilaporkan.
Penanganan melibatkan jajaran TNI. Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis bersama Tim Reaksi Cepat turun langsung ke lokasi memantau kondisi dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas.
"Surutnya air belum sepenuhnya menjamin kondisi aman," kata Andrino, mengingatkan bahwa perkembangan cuaca dan debit sungai perlu terus dipantau, khususnya jika hujan kembali turun di wilayah hulu.
Koordinasi Lintas Instansi dan Pemantauan Genangan
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan Mudatsir ZA menyatakan penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas instansi. Pemantauan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan genangan, mendata kebutuhan warga, serta mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak banjir.
Meski air mulai berangsur surut, petugas diminta meningkatkan kewaspadaan di kawasan permukiman dan akses jalan yang berpotensi terdampak genangan. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, dan instansi terkait terus berkoordinasi dalam penanganan darurat.
Warga di kawasan rawan banjir diimbau tetap tenang, mengikuti arahan petugas, mengamankan barang penting, dan segera menuju tempat aman apabila permukaan air kembali meningkat.