Pencarian

43 Ribu Benih Ikan Mujair Disebar di Aceh Tengah, Pembudidaya Korban Banjir Mulai Bangkit

Sabtu, 07 November 2026 • 10:02:01 WIB
43 Ribu Benih Ikan Mujair Disebar di Aceh Tengah, Pembudidaya Korban Banjir Mulai Bangkit
Pemkab Aceh Tengah menyalurkan 43 ribu benih ikan mujair kepada Kelompok Ceding Ayu di Kampung Toweren Antara, Kecamatan Lut Tawar.

TAKENGON — Pemkab Aceh Tengah menyalurkan 43 ribu benih ikan mujair kepada Kelompok Ceding Ayu di Kampung Toweren Antara, Kecamatan Lut Tawar. Benih itu dibagikan kepada anggota kelompok untuk menghidupkan kembali usaha budidaya yang terhenti sejak banjir 26 November 2025.

Kelompok Ceding Ayu beranggotakan 18 orang. Karena jumlah benih terbatas, bantuan tahap awal baru dimanfaatkan enam anggota. Meski belum menjangkau semua, penebaran benih menjadi langkah pertama mengembalikan aktivitas produksi perikanan warga.

Seluruh Ikan Hanyut, Kolam Tertimbun Lumpur

Ketua Kelompok Ceding Ayu, Rajuwan, menuturkan banjir menghanyutkan seluruh ikan peliharaan masyarakat. Sebagian kolam tertimbun lumpur sehingga tidak bisa langsung dipakai untuk budidaya.

Setelah bencana berlalu, pembudidaya memulai dari nol. Mereka membersihkan lumpur, memperbaiki kolam, sekaligus mencari modal untuk kembali menebar benih.

"Setelah seluruh ikan hanyut akibat bencana, tentu kami membutuhkan modal awal untuk kembali menjalankan usaha perikanan. Bantuan benih ikan ini menjadi salah satu langkah untuk memulai kembali usaha yang sebelumnya terhenti," kata Rajuwan.

286 Ribu Benih Sudah Disalurkan ke Sejumlah Desa

Pemkab Aceh Tengah telah mengusulkan bantuan 12 juta benih ikan kepada pemerintah pusat. Berdasarkan pendataan calon penerima dan calon lokasi (CPCL), sekitar enam juta benih diperkirakan dapat diakomodasi.

Hingga kini sekitar 286 ribu benih telah disalurkan ke masyarakat di sejumlah desa, antara lain Toweren, Sukadamai, dan Jongok. Jenis benih yang diusulkan meliputi ikan nila dan lele, sedangkan bantuan tahap awal yang diterima warga berupa benih ikan nila.

Rajuwan berharap benih yang telah ditebar tumbuh baik hingga masa panen dan menambah pendapatan keluarga. Ia juga meminta dukungan pemerintah dilanjutkan agar pembudidaya lain yang merugi mendapat kesempatan serupa.

"Kami berharap bantuan benih ikan ini bisa dilanjutkan. Tidak hanya anggota kelompok kami, tetapi juga masyarakat lain yang kolam atau tambaknya terdampak bencana perlu mendapatkan perhatian," ujarnya.

Renduk PRRP 2026-2028 Jadi Pedoman Pemulihan Tiga Tahun

Pemulihan sektor perikanan di Aceh Tengah berjalan seiring program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra yang disusun pemerintah. Renduk PRRP 2026-2028 disahkan melalui Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nomor 25 Tahun 2026.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Muhammad Tito Karnavian, menyatakan penanganan pascabencana diarahkan pada pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk mengembalikan aktivitas ekonomi yang terdampak.

"Enggak mungkin bisa diselesaikan waktu setahun, enggak bisa. Ini target adalah tiga tahun. Jadi bertahap, dengan skala prioritas. Jadi, mohon bersabar kalau nanti ada yang kurang-kurang. Karena nanti juga akan tersentuh daerah demikian," kata Tito.

Ia meminta daerah mengerjakan apa yang mampu ditangani dengan anggaran tambahan, baik kabupaten/kota maupun provinsi. Persoalan yang tak mampu diselesaikan daerah akan dikoordinasikan di tingkat pusat.

Renduk PRRP mencakup berbagai sektor, mulai dari perikanan, pertanian, infrastruktur, hingga pemulihan ekonomi masyarakat. Di Aceh Tengah, tahapan berikutnya menunggu realisasi usulan 12 juta benih agar lebih banyak pembudidaya korban banjir bisa kembali menebar.

Follow iniaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks