BANDA ACEH — Peringatan dini yang dirilis pukul 07.45 WIB itu menyebut potensi cuaca ekstrem mulai terpantau di Kecamatan Teupah Selatan, Simeulue, dan Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang. Dua wilayah itu menjadi titik awal yang dipantau BMKG sebelum kondisi serupa berpotensi meluas ke kecamatan lain.
Prakirawan BMKG Aceh mencatat potensi hujan sedang hingga lebat dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sejumlah kecamatan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan berlangsung.
Selain Teupah Selatan dan Bendahara, BMKG memperkirakan kondisi cuaca meluas ke beberapa kecamatan lain. Di Kabupaten Simeulue, potensi serupa mencakup Teupah Barat, Simeulue Timur, dan Teupah Tengah.
Kabupaten Aceh Singkil masuk daftar melalui Kecamatan Pulau Banyak dan Pulau Banyak Barat. Sementara di Kabupaten Aceh Tamiang, perluasan potensi cuaca mencakup Manyak Payed, Karang Baru, Seruway, Rantau, dan Banda Mulia.
Warga di wilayah terdampak diminta berhati-hati terhadap kemungkinan genangan air, pohon tumbang, sambaran petir, dan dampak angin kencang. Pengendara juga perlu meningkatkan kehati-hatian, terutama saat jarak pandang berkurang akibat hujan deras.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan cuaca. Langkah itu untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang merugikan masyarakat di wilayah yang masuk daftar peringatan.
BMKG Aceh memperkirakan kondisi cuaca masih berlangsung hingga pukul 10.13 WIB. Warga diimbau memantau pembaruan informasi melalui laman resmi Nowcasting BMKG di https://nowcasting.bmkg.go.id.
Peringatan dini ini bersumber dari Prakirawan BMKG Aceh. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak maupun daerah berpotensi perluasan hujan diminta tetap waspada selama periode tersebut.