SABANG — Berkas pendaftaran diserahkan langsung Zulkifli kepada Ketua TPP Muslim HS di Kantor KONI Aceh, Banda Aceh, Jumat (6/11/2026). Rombongan sekitar 30 orang ikut mendampingi, termasuk Sekretaris Daerah Kota Sabang Rinaldi Syahputra, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Abdullah, Ketua KONI Sabang Darmansyah, serta jajaran pengurus KONI Sabang.
Kedatangan mereka disambut Ketua Harian KONI Aceh Kennedi Husein, Wakil Ketua Umum II Bachtiar Hasan, dan sejumlah pengurus KONI Aceh. Penyerahan langsung oleh kepala daerah dinilai menegaskan keseriusan Sabang, terlebih kota itu belum pernah menjadi tuan rumah PORA.
"Kita sangat ingin dan siap, karena belum pernah menjadi tuan rumah PORA," ujar Zulkifli dalam keterangan yang dikutip dari acehfootball.net.
Zulkifli berharap seluruh pihak mendukung pencalonan Sabang. Menurutnya, PORA bukan sekadar ruang kompetisi dan peningkatan prestasi atlet, tetapi juga momentum mempromosikan pariwisata Sabang ke tingkat Aceh maupun nasional.
Sabang punya destinasi unggulan, terutama wisata bahari dan pantai. Mulai dari snorkeling hingga atraksi lumba-lumba yang selama ini jadi daya tarik wisatawan.
Zulkifli menyebut Sabang memiliki danau yang bisa dimanfaatkan untuk pertandingan dayung. Kondisi perairan teluk yang relatif tenang juga dinilai mendukung cabang olahraga air seperti layar, renang, dan selam.
Kesiapan itu ditopang pengalaman Sabang sebagai salah satu lokasi pertandingan sejumlah cabang olahraga pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara.
Kennedi Husein menyambut positif pendaftaran Sabang. Ia menegaskan KONI Aceh tetap netral terhadap seluruh daerah yang berminat menjadi tuan rumah.
"Kita mendukung bersifat netral, kita bisa buat kejuaraan nasional, untuk mempromosikan wisata Sabang," ujar Kennedi.
Persaingan menuju PORA XVI 2030 terbuka. Aceh Utara tercatat sebagai daerah pertama yang mendaftar dan berkasnya sudah dinyatakan lengkap secara administratif. Abdya dan Aceh Tengah masih direncanakan ikut mendaftar.
Penetapan tuan rumah dilakukan melalui Rapat Kerja KONI Aceh. Hak suara dimiliki 65 Pengurus Provinsi cabang olahraga dan 23 KONI kabupaten/kota.
Muslim HS menjelaskan seluruh daerah pendaftar harus melewati verifikasi administratif dan faktual sebelum ditetapkan sebagai calon tuan rumah.
"Setelah secara administratif dinyatakan lengkap dan masa pendaftaran ditutup, TPP KONI Aceh akan turun ke lapangan untuk verifikasi faktual, seperti melihat kondisi ketersediaan venue, akomodasi, serta layanan dasar lainnya di Sabang," jelas Muslim.
Jika seluruh persyaratan terpenuhi, status daerah ditingkatkan menjadi calon tuan rumah. Penentuan tuan rumah dijadwalkan lewat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) KONI Aceh pada awal 2027.
Pendaftaran bakal calon tuan rumah PORA 2030 dibuka sejak 10 Agustus 2026 dan ditutup 10 November 2026. Hingga Jumat (6/11/2026), baru Aceh Utara dan Sabang yang menyerahkan berkas.