Pencarian

Bulog Amankan 70 Ribu Ton Beras, Stok Purwakarta-Subang Surplus Akhir Tahun

Selasa, 05 Mei 2026 • 15:05:02 WIB
Bulog Amankan 70 Ribu Ton Beras, Stok Purwakarta-Subang Surplus Akhir Tahun
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, meninjau stok beras 70 ribu ton di Gudang Bulog Ciwangi, Purwakarta.

Perum Bulog mengamankan cadangan beras sebanyak 70 ribu ton di Gudang Ciwangi, Purwakarta, untuk menjamin kebutuhan pangan masyarakat hingga akhir tahun 2026. Kepastian stok ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, saat melakukan kunjungan kerja ke fasilitas penyimpanan tersebut pada Senin (4/5/2026). Langkah pengawasan ini dilakukan guna memastikan distribusi berjalan lancar sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasar lokal.

Ketersediaan pangan di wilayah penyangga Jawa Barat dipastikan berada dalam posisi aman. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan di Gudang Bulog Ciwangi, volume stok yang tersedia saat ini melampaui angka kebutuhan tahunan masyarakat di dua kabupaten, yakni Purwakarta dan Subang. Surplus cadangan ini menjadi bantalan penting dalam menghadapi fluktuasi harga di tingkat konsumen.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menjelaskan bahwa pengawasan terhadap gudang-gudang BUMN pangan seperti Bulog bersifat krusial. Hal ini untuk memastikan negara memiliki instrumen intervensi yang cukup jika terjadi gejolak pasar. Dalam kunjungannya, Putih Sari didampingi oleh Kepala Bulog Subang, Laswendri, yang memaparkan detail teknis pengelolaan stok di wilayah tersebut.

Swasembada Berbasis Produksi Petani Lokal

Data menunjukkan total stok di Gudang Bulog Ciwangi menyentuh angka 70 ribu ton. Jika dikalkulasi, kebutuhan beras tahunan untuk Kabupaten Purwakarta dan Subang masing-masing hanya berada di kisaran 8 ribu ton, atau total 16 ribu ton per tahun. Dengan stok yang ada sekarang, Bulog memiliki cadangan yang mampu mencukupi kebutuhan wilayah tersebut hingga beberapa siklus panen mendatang.

Menariknya, mayoritas cadangan pangan ini bukan berasal dari impor, melainkan hasil serapan dari petani di wilayah Subang dan Purwakarta sendiri. Putih Sari memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi sektor pertanian lokal dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Sebagian besar stok beras ini berasal dari hasil kerja keras petani Purwakarta dan Subang. Ini menunjukkan peran penting daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Putih Sari di sela-sela peninjauan gudang.

Mitigasi Risiko Iklim dan Kelancaran Distribusi

Selain volume stok, aspek kualitas penyimpanan menjadi fokus dalam inspeksi kali ini. Bulog dituntut menjaga integritas mutu beras agar tetap layak konsumsi hingga sampai ke tangan masyarakat. Sistem manajemen pergudangan di Ciwangi dipastikan siap mendukung distribusi cepat, terutama untuk program-program bantuan sosial maupun operasi pasar jika diperlukan.

Namun, tantangan ke depan tidak hanya soal stok. Putih Sari mengingatkan adanya faktor eksternal seperti perubahan iklim yang berpotensi mengganggu pola tanam dan hasil panen di masa depan. Ketidakpastian cuaca menuntut Bulog dan pemerintah daerah untuk lebih responsif dalam memetakan potensi risiko produksi.

Optimalisasi kolaborasi antara pemerintah, Bulog, dan petani menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan. Melalui pengawasan ketat terhadap cadangan pangan pemerintah (CPP), distribusi beras diharapkan tetap tepat sasaran dan mampu meredam laju inflasi bahan pokok di Jawa Barat.

Langkah proaktif ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pemenuhan stok fisik, tetapi juga pada penguatan kesejahteraan petani sebagai garda terdepan produksi. Dengan stok yang melimpah dan manajemen distribusi yang terukur, stabilitas pangan di koridor Purwakarta-Subang diprediksi tetap terjaga hingga penutup tahun.

Bagikan
Sumber: fraksigerindra.id

Berita Terkini

Indeks