ACEH — Pegadaian tidak hanya membawa pulang satu penghargaan. Dalam ajang yang berlangsung sejak Februari hingga Mei 2026 itu, perusahaan juga memenangi tiga kategori sekaligus: Key Elements of Marketing, Tech-Marketing, dan Entrepreneurial Marketing. Prestasi ini menempatkan Pegadaian sebagai satu-satunya BUMN yang dinilai paling unggul dalam strategi pemasaran inovatif dan pertumbuhan bisnis signifikan.
Apa Dampaknya bagi Nasabah?
Bagi masyarakat yang selama ini mengantre panjang di outlet Pegadaian, kabar ini membawa angin segar. Kemenangan di kategori Tech-Marketing misalnya, diraih berkat aplikasi Tring! By Pegadaian. Aplikasi ini menjadi solusi literasi keuangan berbasis emas yang memungkinkan siapa saja mengakses layanan finansial tanpa harus datang ke kantor. “Kehadiran Tring! menjadi semangat baru bagi kami. Strategi pemasaran dan kampanye masif membuktikan komitmen kami memperluas akses keuangan berbasis emas di Indonesia,” ujar Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti.
Namun, digitalisasi tidak membuat Pegadaian melupakan sisi humanis. Di kategori Key Elements of Marketing, perusahaan dinilai konsisten menjaga kepercayaan publik lewat pendekatan CX100. Pendekatan ini mengedepankan interaksi personal dan tulus, sehingga nasabah merasa dilayani secara individual—bukan sekadar nomor antrean.
Mengapa Pegadaian Disebut Berjiwa Wirausaha?
Kategori Entrepreneurial Marketing menjadi bukti lain bahwa Pegadaian tidak sekadar menjalankan rutinitas. Perusahaan dinilai piawai membaca peluang pasar dan berani mengeksekusi inovasi yang langsung berdampak pada kesejahteraan nasabah. “Pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa strategi modern seperti digitalisasi harus berjalan seiring dengan kualitas pelayanan di lapangan. Kami berkomitmen melayani sepenuh hati dan terus mendengarkan kebutuhan nasabah,” tambah Selfie.
Di momen yang sama, Selfie Dewiyanti juga menerima penghargaan Dewi BUMN—sebuah apresiasi bagi pemimpin perempuan di lingkungan BUMN. Penghargaan ini mengakui dedikasinya dalam mengawal transformasi pemasaran dan inovasi produk yang inklusif, sehingga Pegadaian tetap relevan di hati lintas generasi.
Layanan Fisik dan Teknologi Berpadu
Ke depan, Pegadaian berkomitmen menghadirkan ekosistem layanan yang makin inklusif. Integrasi antara layanan fisik yang ramah dan teknologi canggih menjadi kunci. Perusahaan optimistis dapat terus memberikan pengalaman yang mudah, aman, dan memuaskan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia—dari ibu rumah tangga di kota besar hingga petani di pelosok desa.
Dengan raihan ini, Pegadaian tidak hanya menegaskan posisinya sebagai Bank Emas pertama di Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa inovasi dan empati bisa berjalan beriringan.
Siapa yang Paling Diuntungkan dari Penghargaan Ini?
Nasabah setia Pegadaian, terutama mereka yang selama ini kesulitan mengakses layanan keuangan formal. Lewat aplikasi Tring!, masyarakat bisa menabung, berinvestasi emas, atau mengajukan gadai secara digital. Sementara itu, nasabah yang lebih nyaman dengan tatap muka tetap mendapat pelayanan prima di outlet fisik.
Kapan Layanan Digital Ini Mulai Bisa Dinikmati?
Aplikasi Tring! By Pegadaian sudah dapat diunduh dan digunakan sejak tahun 2025. Dengan kampanye pemasaran yang masif sepanjang 2026, Pegadaian menargetkan adopsi pengguna baru meningkat signifikan, terutama dari kalangan milenial dan Gen Z.
Apakah Ada Biaya Tambahan untuk Nasabah?
Tidak ada biaya tambahan. Pegadaian memastikan layanan digital ini tetap mengedepankan prinsip inklusif dan terjangkau, sesuai dengan semangat “MengEMASkan Indonesia” yang terus digaungkan perusahaan.