Pencarian

40 Kali Serangan Harimau Sumatera di Gayo Lues Sepanjang 2026, Baru Sekali Terkam Manusia

Kamis, 21 Mei 2026 • 14:15:00 WIB
40 Kali Serangan Harimau Sumatera di Gayo Lues Sepanjang 2026, Baru Sekali Terkam Manusia
Harimau Sumatera serang 40 kali di Gayo Lues, mayoritas sasar ternak warga.

BLANGKEJEREN — Kapolsek Putri Betung, Ipda Novrizal, mengungkapkan bahwa konflik antara Harimau Sumatera dan warga di wilayahnya sudah mencapai angka 40 kasus dalam beberapa bulan terakhir. Namun hampir seluruhnya menargetkan hewan peliharaan, bukan manusia.

"Kurang lebih sudah 40 kejadian. Namun baru kali ini harimau menerkam warga. Karena biasanya harimau tersebut hanya memakan ternak warga," kata Ipda Novrizal, Kamis (21/5/2026).

Korban Selamat Setelah Diserang Saat Bersihkan Kebun Jahe

Peristiwa langka itu terjadi Selasa (19/5/2026) siang di Desa Singgah Mulo. Seorang warga yang tengah membersihkan kebun jahe miliknya tiba-tiba diserang harimau yang muncul dari semak di sekitar lokasi perkebunan.

Korban berhasil melepaskan diri dari cengkraman satwa buas tersebut. Namun bagian wajahnya mengalami luka serius. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung mengevakuasi dan membawanya ke RSUD Kutacane. Kondisi korban kini mulai membaik setelah menjalani perawatan intensif.

BKSDA dan BTNGL Pasang Kamera Trap di Zona Konflik

Menanggapi meningkatnya frekuensi serangan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) berjanji melakukan pemantauan intensif. Sejumlah kamera trap akan dipasang di titik-titik yang diduga menjadi jalur lintasan harimau.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menyebut lokasi kejadian berada dekat dengan habitat Harimau Sumatera di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. "Untuk mencegah kejadian ini berulang, kami akan melakukan pemantauan dengan memasang kamera pemantau, namun kami juga meminta masyarakat tetap waspada saat beraktivitas di kebun," ujarnya.

Mengapa Serangan Meningkat Drastis dalam Beberapa Bulan Terakhir?

Angka 40 serangan dalam hitungan bulan tergolong tinggi untuk wilayah Putri Betung. Sebelumnya, konflik serupa hanya terjadi sporadis. Belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait apakah faktor musim, perluasan lahan kebun, atau berkurangnya mangsa alami di hutan yang memicu perubahan perilaku harimau.

Warga yang memiliki kebun di sekitar kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Leuser diminta tidak bekerja sendirian. Petugas juga mengimbau agar ternak dikandangkan pada malam hari dan tidak dilepas di pinggir hutan.

Bagikan
Sumber: rahasiaumum.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks