ACEH — Harga emas spot tercatat naik tipis 0,1 persen menjadi USD4.547,54 per ons pada pukul 01.04 WIB, mengacu data Reuters. Posisi ini memulihkan diri setelah terseret turun cukup dalam di awal sesi. Namun kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni justru ditutup melemah 0,1 persen ke USD4.542,50 per ons.
Dolar Melemah, Imbal Hasil Obligasi Turun
Dua faktor utama menahan laju koreksi emas lebih dalam. Dolar AS mulai memangkas penguatannya dari level tertinggi enam pekan, membuat emas yang dihargai dalam greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga turun 0,2 persen, mengurangi biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan bunga ini.
Vice President Zaner Metals, Peter Grant, menilai koreksi harga minyak dan pelemahan dolar menjadi sentimen konstruktif bagi logam kuning dalam jangka pendek. Namun ia mengingatkan pasar masih dibayangi sikap hati-hati karena upaya perundingan sebelumnya kerap gagal menghasilkan kesepakatan yang bertahan lama.
Konflik Geopolitik dan Inflasi Jadi Penghambat Reli
Sejak perang meletus pada akhir Februari, harga emas telah merosot lebih dari 14 persen. Konflik di kawasan Selat Hormuz mengganggu jalur pelayaran dan memicu lonjakan harga energi global, memperbesar kekhawatiran tekanan inflasi dunia.
Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi lebih tinggi membuat bank sentral berada di bawah tekanan. "Situasi ini memaksa mereka mempertahankan suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali menaikkannya," ujarnya. Kondisi tersebut dinilai masih menjadi penghambat utama penguatan emas dalam waktu dekat.
Walaupun dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, emas umumnya kesulitan mencatat reli besar pada periode suku bunga tinggi. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.
Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Meningkat
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 58 persen bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026. Angka ini naik dibandingkan 48 persen sehari sebelumnya, berdasarkan data FedWatch Tool milik CME Group.
Logam mulia lainnya turut bergerak menguat pada sesi yang sama. Harga perak spot naik 0,9 persen menjadi USD76,63 per ons. Platinum bertambah 0,6 persen ke level USD1.962 per ons, sementara paladium melonjak 1,1 persen menjadi USD1.384,50 per ons.