BANDA ACEH — Tujuh santri Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) membuktikan bahwa pesantren tidak hanya melahirkan ahli agama, tapi juga peneliti muda berkelas internasional. Mereka menyabet Gold Award pada ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada 18–20 Mei 2026.
Produk yang dipresentasikan tim RIAB diberi nama Kind Bar: A Sustainable Gluten-Free Snack Bar Utilizing Date Seed (Phoenix dactylifera L.) and Yellow Pumpkin (Cucurbita moschata) Flour with a Cinnamon Aroma. Camilan ini merupakan makanan ringan sehat berbahan dasar tepung biji kurma dan labu kuning dengan aroma kayu manis, yang dikembangkan sebagai inovasi pangan berkelanjutan dan bebas gluten.
Inovasi Pangan Berkelanjutan dari Santri Aceh
Tim peneliti muda ini terdiri dari Yassir Ahaly, Najmi Azizi Zulvi, Huzaifa Anwar, Adam Zhafif Assaifi, Athaillah Al Ghazali Chandra, Agha Najwan Khansa, dan Ghaisan Arayyan. Mereka berhasil mempresentasikan hasil riset di hadapan dewan juri internasional dan bersaing dengan inventor muda dari negara lain.
Melalui tahapan seleksi, pengujian, dan penilaian yang ketat, karya mereka dinilai memenuhi standar internasional. Penghargaan ini sekaligus memperkuat rekam jejak prestasi RIAB di tingkat global.
Direktur MA RIAB: Santri Mampu Bersaing di Level Global
Direktur MA RIAB, Riadhi, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian para santrinya. Menurutnya, pemanfaatan bahan-bahan alami dalam produk ini menunjukkan kontribusi santri terhadap pengembangan pangan berkelanjutan dan ketahanan pangan.
“Prestasi ini membuktikan bahwa santri RIAB mampu bersaing di tingkat internasional dalam menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemanfaatan bahan-bahan alami dalam produk ini juga menunjukkan kontribusi santri terhadap pengembangan pangan berkelanjutan dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari bimbingan Dahlia dan Rizka Filiani Tasya Lubis, serta dukungan seluruh sivitas akademika Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa.
Dunia Pesantren Kini Juga Melahirkan Inovator
Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti bahwa dunia pesantren tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat global. Riadhi berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri.
WYIE 2026 sendiri merupakan ajang tahunan yang mempertemukan penemu muda dari berbagai negara untuk memamerkan inovasi mereka di bidang sains, teknologi, dan pangan. Partisipasi santri Aceh dalam ajang ini menjadi catatan penting bagi pengembangan riset di lingkungan pesantren Indonesia.