BANDA ACEH — Peringatan Hari Lahir Pancasila di Aceh tahun ini berlangsung khidmat dengan penekanan pada nilai perdamaian. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh bertindak sebagai inspektur upacara di halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (1/6) pagi.
Mengapa Pancasila Disebut Fondasi Perdamaian Dunia?
Dalam amanatnya, Sekda Aceh menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila, terutama sila ketiga dan keempat, telah terbukti menjadi perekat sosial di tengah keberagaman. Ia mencontohkan proses rekonsiliasi pasca-konflik di Aceh sebagai bukti nyata bahwa Pancasila mampu menjadi landasan untuk menyelesaikan perbedaan.
“Pancasila adalah rumah besar bagi seluruh elemen bangsa. Di Aceh, nilai ini telah membantu kami membangun kembali kepercayaan dan persatuan,” ujar Sekda Aceh dalam pidatonya.
Pesan Khusus untuk Generasi Muda Aceh
Upacara kali ini juga dihadiri oleh pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan universitas di Banda Aceh. Sekda Aceh secara khusus berpesan agar generasi muda tidak hanya menghafal butir-butir Pancasila, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan bahwa tantangan global seperti radikalisme dan hoaks dapat dihadapi dengan kembali pada nilai gotong royong dan musyawarah yang diajarkan Pancasila. “Jangan pernah lelah menegakkan nilai-nilai luhur ini di mana pun kalian berada,” tegasnya.
Bagaimana Masyarakat Biasa Bisa Turut Menjaga Pancasila?
Sekda Aceh mendorong masyarakat untuk memulai dari lingkungan terkecil, seperti keluarga dan tetangga. Menurutnya, menjaga toleransi antarumat beragama dan menghormati perbedaan pendapat adalah bentuk paling sederhana dari pengamalan Pancasila.
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Aceh tahun ini juga dimeriahkan dengan pembacaan teks Pancasila oleh seluruh peserta upacara dan doa bersama untuk kedamaian daerah. Tidak ada agenda khusus lain yang diumumkan oleh pihak pemprov setelah upacara selesai.