Pencarian

Menteri Wihaji Tinjau Dapur MBG di Aceh Tenggara, 463 Porsi Khusus untuk Ibu Hamil dan Balita Disiapkan Tiap Hari

Rabu, 03 Juni 2026 • 18:04:31 WIB
Menteri Wihaji Tinjau Dapur MBG di Aceh Tenggara, 463 Porsi Khusus untuk Ibu Hamil dan Balita Disiapkan Tiap Hari
Menteri Wihaji meninjau dapur MBG di Aceh Tenggara yang menyiapkan 463 porsi makanan khusus ibu hamil dan balita setiap hari.

ACEH TENGGARA — Sebanyak 463 porsi makanan bergizi khusus untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta (3B) disiapkan setiap hari di SPPG Pulonas 02. Total keseluruhan, dapur gizi ini memproduksi 2.316 porsi per hari untuk peserta didik dan kelompok rentan gizi tersebut.

Penyaluran makanan untuk kelompok 3B dilakukan melalui Posyandu Batu Bulan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memastikan asupan gizi bagi ibu dan anak sejak masa kehamilan.

Mengapa Program Ini Difokuskan pada Ibu Hamil dan Balita?

Wihaji menyebut kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta merupakan sasaran paling rentan mengalami masalah gizi. Menurutnya, intervensi sejak dini sangat menentukan kualitas sumber daya manusia ke depan.

"Saya diamanahkan Presiden untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis diterima masyarakat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta. SPPG menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Rabu.

Standar Kebersihan dan Distribusi Jadi Sorotan

Dalam peninjauan itu, Wihaji memeriksa langsung proses pengolahan makanan hingga penerapan standar kebersihan dapur. Ia juga memantau pendistribusian makanan kepada penerima manfaat untuk memastikan tidak ada kendala di lapangan.

Operasional SPPG Pulonas 02 didukung oleh 47 tenaga kerja yang bertugas enam hari dalam sepekan. Mereka bertanggung jawab menyiapkan ribuan porsi makanan tepat waktu setiap harinya.

Dukungan Daerah dan Tenaga Kesehatan Diperlukan

Wihaji menambahkan, keberhasilan program ini tidak bisa berjalan sendiri. Ia meminta dukungan penuh dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pelaksana lapangan, hingga masyarakat.

"Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pelaksana di lapangan hingga masyarakat," katanya.

Program MBG bagi kelompok 3B ini disebut sebagai langkah spesifik dan strategis dalam mempercepat penurunan angka stunting di Aceh Tenggara. Pemerintah pusat berharap program serupa bisa direplikasi di daerah lain dengan sasaran yang sama.

Bagikan
Sumber: masakini.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks