ACEH — Keputusan ini menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dengan jajaran direksi PLN di Jakarta, Selasa (2/6). Dalam forum tersebut, Dony menekankan bahwa percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN lebih efektif menjalankan perannya.
"Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional," ujar Dony dalam keterangan resmi.
Bagaimana PLN Menyusutkan 21 Entitas?
Proses perampingan ini tidak dilakukan secara instan. PLN telah memaparkan peta jalan streamlining yang mencakup konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, hingga penyederhanaan struktur perusahaan. Targetnya, dari 44 entitas yang ada saat ini, hanya 23 entitas yang akan bertahan pada 2028.
Program ini diharapkan mampu menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus dan terintegrasi. Dengan jumlah entitas yang lebih sedikit, PLN dapat memperkuat tata kelola perusahaan dan menekan biaya operasional yang selama ini tersebar di berbagai anak dan cucu usaha.
Proyek Listrik 2025-2034: 40 Persen Sudah Eksekusi
Selain transformasi korporasi, pertemuan tersebut juga membahas progres Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. PLN melaporkan bahwa dari total proyek yang direncanakan, sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen telah memasuki tahap eksekusi.
Capaian ini mencakup pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, mulai dari pembangkit listrik, jaringan transmisi, hingga gardu induk. Proyek-proyek ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan investasi.
Menguatkan Sistem Listrik Sumatera Pasca Gangguan
Pertemuan itu juga menyoroti langkah penguatan sistem kelistrikan pasca gangguan yang sempat terjadi di Sumatera. PLN disebut terus melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut.
Sejumlah proyek strategis tengah disiapkan, antara lain penguatan infrastruktur backbone kelistrikan Sumatera, pembangunan jaringan transmisi bertegangan 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, serta penambahan kapasitas pembangkit di berbagai daerah. Upaya ini diharapkan mampu meminimalkan risiko gangguan pasokan listrik di masa mendatang.
Melalui transformasi korporasi, percepatan implementasi RUPTL, serta penguatan sistem kelistrikan, PLN diharapkan semakin siap menjalankan perannya sebagai penyedia tenaga listrik yang andal. Langkah ini juga dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, dan agenda transisi energi Indonesia. (ldy/pta)