MEULABOH — Sebanyak 390-an karung beras bantuan bencana hidrometeorologi yang disimpan di gudang Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat menjalani proses penyortiran ketat. Langkah ini diambil setelah ditemukan sejumlah karung berisi beras yang mulai membusuk dan dipenuhi hama kutu akibat masa penyimpanan yang sudah berlangsung enam hingga tujuh bulan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Barat Mulyadi mengonfirmasi bahwa kerusakan tersebut hanya terjadi pada beberapa karung saja. Beras yang sudah tidak layak konsumsi itu langsung dipisahkan dan dialihfungsikan menjadi pakan unggas atau makanan ayam.
Penyebab Beras Bantuan Rusak: Kadar Air dan Lama Penyimpanan
Mulyadi menjelaskan, kerusakan pada beras terjadi secara alamiah. Faktor utamanya adalah tingkat kadar air saat pengemasan yang tidak ideal, ditambah dengan durasi penyimpanan yang cukup panjang di gudang.
"Secara prinsip, 390-an karung beras yang ada di gudang saat ini masih layak konsumsi, hanya beberapa karung saja yang membusuk dan berkutu karena berbagai faktor," kata Mulyadi kepada ANTARA di Meulaboh, Kamis.
Stok Siaga untuk Cuaca Ekstrem
Meski ada sebagian stok yang rusak, Dinas Sosial menegaskan bahwa mayoritas beras yang tersimpan masih sangat layak dikonsumsi. Pemerintah kabupaten tetap menyiagakan cadangan pangan ini untuk mengantisipasi kebutuhan darurat akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung di wilayah Aceh Barat.
"Kami tetap menyiagakan stok ini untuk mengantisipasi kebutuhan akibat cuaca ekstrem yang sedang terjadi," pungkas Mulyadi.
Proses sortir dan pemilahan akan terus dilakukan secara berkala oleh petugas Dinsos. Langkah ini menjadi protokol standar untuk memastikan bantuan yang diterima warga benar-benar berkualitas dan aman dikonsumsi.