BLANGPIDIE — Sebanyak 365 warga Aceh Barat Daya (Abdya) menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI dalam bakti sosial yang digelar di halaman Kantor Bupati Abdya. Bantuan yang disalurkan melalui Sentra Darussa’adah Aceh itu mencapai total Rp600 juta, terdiri dari modal usaha, alat bantu disabilitas, dan paket kebutuhan pokok.
Bupati Abdya Safaruddin menyerahkan bantuan secara simbolis. Ia mengapresiasi Sentra Darussa’adah yang memilih Abdya sebagai lokasi pelaksanaan program tahun ini. Menurutnya, tidak semua daerah mendapat kesempatan serupa dari pemerintah pusat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sentra Darussa’adah yang telah menjadikan Kabupaten Abdya sebagai lokasi pelaksanaan baksos tahun ini. Tentu bantuan ini menjadi nikmat yang patut para penerima manfaat mensyukurinya,” kata Safaruddin.
Rincian Penerima: Disabilitas Mendominasi, Anak-anak Terbanyak
Perwakilan Sentra Darussa’adah Aceh, Fadhli Ramadhan, merinci penerima manfaat terdiri dari 91 penyandang disabilitas, 192 anak, 38 kelompok rentan, dan 42 lansia. Dari jumlah penyandang disabilitas, 41 orang menerima bantuan modal usaha dan 50 orang memperoleh alat bantu.
“Kami berharap bantuan ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi penerima manfaat dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Fadhli.
Operasi Katarak dan Pembebasan Pasung Berjalan Paralel
Bakti sosial tidak hanya berhenti pada penyerahan bansos. Tim medis dari Sentra Darussa’adah bersama Dinas Kesehatan Abdya menggelar operasi katarak bagi 42 warga di RSUD Teungku Peukan pada hari yang sama. Selain itu, tiga warga ODGJ di Abdya dibebaskan dari pasung dan mendapat penanganan khusus di rumah sakit jiwa.
“Hari ini paralel dengan penyerahan bantuan di sini, tim medis juga sedang melangsungkan operasi katarak bagi 42 pasien di RSUD-TP Abdya. Kami juga bergerak bersama Dinas Kesehatan Abdya dan pihak rumah sakit jiwa untuk melakukan penanganan khusus serta pembebasan pasung terhadap tiga warga ODGJ di Abdya,” kata Fadhli.
Pemkab Abdya Berkomitmen Perbarui Data Penerima Manfaat
Bupati Safaruddin menegaskan pemerintah daerah terus memperbarui data penerima manfaat agar bantuan sosial tepat sasaran. Ia menyebut proses verifikasi mengacu pada desil resmi Kemensos. Jika masih ada warga rentan yang terlewat, data akan segera diperbarui secara berkala.
“Pemerintah memposisikan kebijakan ini di atas basis data verifikasi yang faktual dan autentik. Semua mengacu pada desil resmi Kemensos agar tepat sasaran. Jika masih ada warga rentan yang terlewat, data tersebut akan segera kita perbarui secara berkala agar kemiskinan ekstrem di Abdya terus terentaskan,” ujarnya.
Proses Pendataan Berlangsung Sejak Mei 2026
Fadhli menjelaskan rangkaian baksos komprehensif di Abdya telah dimulai sejak pekan kedua Mei 2026. Sentra Darussa’adah bersama Dinas Sosial Abdya menjalankan tahapan pendataan, asesmen, penjangkauan, verifikasi, hingga validasi data sesuai standar operasional prosedur program Atensi Rehabilitasi Sosial.
“Seluruh proses sudah kami lakukan bersama Dinas Sosial, termasuk pengadaan bantuan hingga penyaluran kepada penerima manfaat,” ujar Fadhli.