ACEH — Penggeledahan ini menyasar kantor PT Wijaya Karya (WIKA) di Jakarta Timur, rumah dan kantor Direktur Utama PT Multinas Indonesia Tjahjadi Djajadibrata di Surabaya, serta PT Barata Indonesia di Gresik. Tim penyidik masih berada di lantai 3 kantor WIKA hingga berita ini diturunkan.
Jaminan Kinerja Tak Terpenuhi, Negara Rugi Besar
Kabag Ops Kortastipidkor Polri Kombes Ahmad Yusuf Afandi menyatakan penggeledahan ini untuk mengumpulkan alat bukti atas kegagalan proyek EPCC (Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning) Pabrik Gula Assembagoes Situbondo. "Kami mencari dan mengumpulkan alat bukti yang relevan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani," ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Proyek ini merupakan program strategis BUMN perkebunan yang didanai PMN sebesar Rp650 miliar dan pinjaman lebih dari Rp462 miliar. Kakortastipidkor Irjen Pol Cahyono Wibowo mengungkapkan, sejumlah jaminan kinerja yang tertuang dalam kontrak gagal dipenuhi kontraktor. "Kapasitas giling, kualitas produk, dan produksi listrik untuk ekspor tidak sesuai janji," kata Cahyono dalam keterangan resmi, Kamis (30/1/2025).
Penyimpangan Dana Negara dan Langkah Hukum Selanjutnya
Polri menduga ada penyimpangan dalam pelaksanaan proyek yang merugikan keuangan negara. Hasil penggeledahan di empat lokasi akan dianalisis untuk memperkuat pembuktian dan penetapan tersangka. "Kami melihat adanya sejumlah penyimpangan yang mengarah pada dugaan pelanggaran hukum," tegas Cahyono.
Yusuf memastikan proses penyidikan berjalan profesional, transparan, dan akuntabel. "Prinsipnya yuridis prosedural, teknis profesional, etis proporsional, dan non-intervensi," pungkasnya. Hingga saat ini, polisi belum merinci ruang siapa saja yang digeledah di kantor WIKA, meski beredar informasi sejumlah ruang petinggi perusahaan ikut diperiksa.