ACEH — Pemerintah terus menggulirkan pembatasan penggunaan Pertalite pada kendaraan tertentu. Kabar baiknya, masih ada segelintir SUV kompak yang lolos kriteria. Bukan hanya LCGC, beberapa model SUV dengan kapasitas mesin kecil hingga 1.200 cc tetap direkomendasikan menggunakan BBM RON 90.
Moladin merangkum enam model yang bisa menjadi pilihan. Dasar utamanya adalah rasio kompresi mesin yang secara teknis masih kompatibel dengan Pertalite.
Mesin 1.0 Turbo hingga 1.2 Liter yang Ramah di Kantong
Toyota Raize menjadi jawara di segmen ini. Varian mesin 1.0 liter turbo (1KR-VET) dengan rasio kompresi 9,5:1 dan varian 1.2 liter (WA-VE) dengan rasio 12,0:1 sama-sama disebutkan masih aman. Meski rasio kompresi varian 1.2 liter terbilang tinggi, pabrikan tetap merekomendasikan RON 90 untuk pasar tertentu.
Daihatsu Rocky 1.2 liter, saudara kembar Raize, juga masuk daftar. Dengan rasio kompresi 12,5:1, tenaga mencapai 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi 113 Nm. Keduanya menawarkan paket SUV kompak yang lincah di perkotaan.
Nissan Magnite dan Kia Sonet: Turbo Kecil, Performa Besar
Nissan Magnite mengandalkan mesin 999 cc turbo dengan rasio kompresi 9,5:1. Tenaga puncak 100 PS dan torsi 160 Nm (manual) atau 152 Nm (CVT) membuatnya responsif tanpa perlu bensin oktan tinggi. Cocok untuk pengguna yang menginginkan sensasi turbo tetapi tetap ingin mengisi Pertalite.
Kia Sonet juga tak kalah menarik. Mesin 998 cc turbo-nya memiliki rasio kompresi 10:1, menghasilkan 120 PS dan torsi 172 Nm. Torsi besar di putaran bawah membuatnya terasa galak namun tetap efisien untuk penggunaan harian.
Suzuki Ignis dan S-Presso: Opsi Paling Ekonomis
Suzuki Ignis kerap disebut sebagai city car crossover. Postur dan ground clearance-nya cukup untuk disebut urban SUV. Mesin 1.197 cc dengan rasio kompresi 11:1 menghasilkan 83 PS, dengan biaya perawatan yang rendah sebagai nilai jual utama.
Paling entry level, Suzuki S-Presso dengan mesin 998 cc dan rasio kompresi 10,3:1. Tenaga hanya 67 PS dan torsi 89 Nm, namun cukup untuk mobilitas perkotaan. Harga jual yang ramah kantong membuatnya tetap dilirik.
Mengapa Rasio Kompresi Jadi Penentu Utama?
Kecocokan bahan bakar dengan mesin sangat dipengaruhi oleh rasio kompresi. Semakin tinggi rasio kompresi, semakin besar risiko knocking jika menggunakan bensin beroktan rendah. Namun, teknologi pengaturan pembakaran modern pada mesin-mesin ini memungkinkan penggunaan RON 90 tanpa masalah berarti.
Pemilik tetap disarankan mengikuti rekomendasi pabrikan di buku manual. Menggunakan bahan bakar di luar spesifikasi bisa menurunkan performa dan memperpendek usia mesin dalam jangka panjang.
Keuntungan memilih SUV kecil ini tidak hanya pada konsumsi BBM yang irit. Pajak kendaraan lebih murah, biaya perawatan lebih rendah, dan dimensi yang ringkas membuatnya mudah bermanuver di jalan perkotaan yang padat.