ACEH — Total kredit perbankan Indonesia mencapai Rp 8.755 triliun pada April 2026. Pertumbuhan ini ditopang oleh tiga sektor utama: kredit investasi yang melonjak 19,48 persen, kredit konsumsi naik 6,13 persen, dan kredit modal kerja tumbuh 6,04 persen. Kinerja ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional di tengah tekanan global.
Likuiditas Tetap Kuat Meski Dana Pihak Ketiga Turun Bulanan
Di sisi penghimpunan dana, bank-bank mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 10.077 triliun, tumbuh 11,4 persen secara tahunan. Namun, secara bulanan terjadi penurunan 1,51 persen. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut likuiditas perbankan tetap memadai. "Rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) mencapai 111,13 persen, dan rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) sebesar 25,39 persen, masih di atas ambang batas minimum," jelasnya dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Mei 2026.
Kualitas Kredit Terjaga, Rasio NPL di Bawah 3 Persen
Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat di angka 2,17 persen, sementara NPL net hanya 0,84 persen. Meskipun terjadi sedikit kenaikan secara bulanan, angka ini masih tergolong sehat. "Kinerja intermediasi positif dengan profil risiko yang terjaga," tegas Dian. Kondisi ini menunjukkan bank BUMN dan swasta mampu menyalurkan kredit tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian.
Modal Bank Turun Usai Bagi Dividen, OJK: Masih Sangat Aman
Rasio permodalan (CAR) perbankan per April tercatat di 23,97 persen, turun dari 25,09 persen pada Maret 2026 dan 25,41 persen pada April 2025. Penurunan ini dipicu oleh pembagian dividen kepada pemegang saham, termasuk negara untuk bank BUMN. Meski turun, Dian menegaskan rasio ini tetap sangat memadai untuk melindungi dana nasabah dan menahan kerugian akibat risiko kredit hingga operasional.
Dengan pertumbuhan kredit yang didorong bank BUMN, sektor perbankan diproyeksikan terus menjadi tulang punggung pembiayaan ekonomi Indonesia. Khususnya bagi proyek infrastruktur dan ekspansi usaha kecil-menengah yang menjadi fokus utama pemerintah.