PIDIE — Kepala Pusat Riset Kopi dan Kakao Aceh USK, Prof. Dr. Ir. Abubakar Karim, MS, menyebut pelatihan tersebut sebagai agenda rutin tahunan. Menurutnya, produktivitas dan kualitas kopi tidak hanya ditentukan kondisi lahan dan tanaman, tetapi juga pengetahuan petani dalam menerapkan teknik budidaya serta merawat kebun secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan Pusat Riset Kopi dan Kakao Aceh USK. Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sehingga mereka mampu menerapkan teknik budidaya kopi yang lebih baik untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen kopi dimasa mendatang,” ujar Abubakar Karim.
Peserta berasal dari Gampong Layan, Gampong Blang Dalam, dan Gampong Peunalom. Ketiganya berada di wilayah Kecamatan Tangse yang dikenal sebagai salah satu sentra kopi Robusta di Kabupaten Pidie.
Empat Materi Kelas Sebelum Turun ke Kebun
Sesi kelas membekali petani dengan pemahaman teknis sebelum praktik lapangan. Materi disusun agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga bisa menerapkannya langsung di kebun masing-masing.
- Pengenalan varietas Kopi Robusta unggul dan teknik perbanyakan bibit untuk ditanam.
- Teknik budidaya Kopi Robusta sesuai good agriculture practices.
- Perawatan tanaman Kopi Robusta.
- Teknik konservasi tanah dan air di kebun kopi Robusta.
Pemeliharaan tanaman secara teratur menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan usaha perkebunan yang ditekankan dalam pelatihan. Petani juga diarahkan memahami pentingnya menjaga kesehatan kebun agar potensi hasil produksi bisa optimal.
Praktik Lapangan: Pemupukan 4T hingga Konservasi Tanah
Pada sesi lapangan, narasumber dari Pusat Riset Kopi dan Kakao Aceh USK terjun langsung ke kebun milik salah seorang petani. Mereka menunjukkan cara mengenali varietas Kopi Robusta yang dikembangkan warga, teknik budidaya, serta perawatan yang benar.
Salah satu materi praktik adalah pemupukan dengan prinsip 4T: tepat jenis pupuk yang dibutuhkan tanaman kopi, tepat dosis, tepat waktu, dan tepat cara aplikasi. Pendekatan langsung ini diharapkan memudahkan petani menyesuaikan pengetahuan dengan kondisi kebun dan kebutuhan usaha tani masing-masing.
Peserta juga dilatih mengidentifikasi dan menangani berbagai permasalahan budidaya yang muncul di lapangan. Metode belajar langsung dinilai lebih efektif dibanding penyampaian materi di kelas saja.
Kakao di Tangse Jadi Sasaran Perluasan Program
Abubakar Karim menyatakan Pusat Riset Kopi dan Kakao Aceh USK siap memperluas pendampingan bagi masyarakat, khususnya petani kopi Robusta di Kecamatan Tangse dan wilayah lain di Kabupaten Pidie. Ia menyinggung potensi kakao yang cukup luas di Tangse, tetapi belum dirawat secara baik oleh sebagian petani.
“Ke depan, kami siap mendampingi masyarakat dalam pengembangan kopi Robusta di Tangse dan wilayah lain di Kabupaten Pidie. Kami ingin agar pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama dalam meningkatkan produktivitas kebun dan kualitas kopi,” tambahnya.
Pengembangan kopi dinilai membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi, petani, pemerintah daerah, dan pihak terkait. Lewat kolaborasi itu, hasil riset dan inovasi teknologi diharapkan menjawab persoalan yang dihadapi petani di lapangan.