Amazon Diduga Jadi Dalang di Balik Blokir Model AI Anthropic Claude Fable 5 oleh Pemerintah AS

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 02:58:31 WIB
CEO Amazon Andy Jassy melaporkan potensi risiko keamanan model AI Anthropic kepada pemerintah AS.

ACEH — Pekan lalu, dunia AI dikejutkan dengan keputusan pemerintah Amerika Serikat yang memblokir dua model kecerdasan buatan milik Anthropic, Claude Fable 5 dan Mythos 5, dari akses global. Kini, terungkap bahwa laporan keamanan yang memicu blokir tersebut justru datang dari salah satu investor terbesar Anthropic: Amazon.

Kekhawatiran Bermula dari Uji Coba Internal Amazon

Menurut laporan The Wall Street Journal, CEO Amazon Andy Jassy secara langsung menyampaikan temuan ini kepada Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan sejumlah pejabat pemerintah lainnya. Jassy mengklaim bahwa tim peneliti keamanan Amazon berhasil menggunakan model Claude Fable 5 untuk mengekstrak informasi yang dapat digunakan dalam serangan siber.

Seorang juru bicara Amazon enggan mengkonfirmasi detail pertemuan tersebut, namun menyatakan bahwa “tidak aneh jika pemerintah meminta saran kami tentang potensi risiko keamanan.” Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa Amazon memang terlibat dalam diskusi sensitif dengan regulator.

Kronologi Blokir dan Tuduhan “Jailbreak”

Pemerintah AS kemudian menerapkan kontrol ekspor yang melarang distribusi kedua model tersebut ke seluruh dunia. David Sacks, mantan ‘AI czar’ era Trump yang kini menjabat sebagai co-chair President’s Council of Advisors on Science and Technology, memberikan gambaran lebih detail tentang kejadian di balik layar.

Sacks mengklaim bahwa “seorang mitra tepercaya yang sangat kredibel dari Anthropic dan pemerintah AS” maju dengan informasi tentang sebuah ‘jailbreak’—teknik untuk menembus batasan keamanan model AI. “Pemerintah meminta Dario Amodei (CEO Anthropic) untuk memperbaiki jailbreak tersebut atau menonaktifkan modelnya. Dario menolak,” ujar Sacks.

Investor vs Developer: Konflik Kepentingan yang Semakin Nyata

Laporan dari The Information dan Reuters juga mengonfirmasi bahwa Amazon, yang merupakan investor besar Anthropic, telah menyampaikan kekhawatiran soal keamanan model-model buatan startup tersebut. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang konflik kepentingan. Di satu sisi, Amazon adalah investor yang diuntungkan jika Anthropic sukses. Di sisi lain, Amazon juga memiliki model AI kompetitifnya sendiri, seperti Amazon Bedrock dan model Titan.

Hingga berita ini diturunkan, Anthropic belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan bahwa mereka menolak memperbaiki celah keamanan yang ditemukan. Keputusan pemerintah AS untuk memblokir akses global juga menjadi preseden baru yang mengkhawatirkan bagi industri AI, di mana keamanan bisa menjadi alat untuk mengontrol kompetisi pasar.

Bagi pengguna Indonesia, insiden ini menjadi pengingat bahwa keamanan model AI bukan sekadar isu teknis. Keputusan regulator di AS bisa berdampak langsung pada ketersediaan layanan AI canggih di pasar global, termasuk di Indonesia. Jika model seperti Claude diblokir, pengembang lokal yang mengandalkan API Anthropic harus mencari alternatif dari penyedia lain seperti OpenAI atau Google Gemini.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top