BANDA ACEH — Seekor bayi Orang Utan Sumatera lahir di kawasan Pusat Reintroduksi Cagar Alam Jantho, Kabupaten Aceh Besar, dari induk bernama Bulan yang diselamatkan dari perdagangan satwa liar pada 2014 silam. Bayi jantan itu kini berusia sekitar satu bulan dan dalam kondisi sehat, terus berada dalam dekapan induknya yang bergerak aktif di tajuk hutan.
Kelahiran Langsung Dinamai oleh Menteri Kehutanan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni secara khusus memberi nama Badar pada bayi orang utan tersebut. Nama yang berarti bulan purnama itu diharapkan menjadi simbol harapan baru bagi kelestarian populasi Orang Utan Sumatera di alam liar.
"Kelahiran orang utan ini membuktikan perlindungan habitat konsisten, kita mampu memulihkan populasi satwa endemik yang terancam punah. Badar diharapkan tumbuh sehat dan membawa secercah harapan baru bagi keberlanjutan ekosistem hutan," kata Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata.
Perjalanan Bulan: Dari Korban Perdagangan Hingga Jadi Induk di Alam Liar
Bulan merupakan orang utan hasil rehabilitasi yang diselamatkan di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, saat usianya masih sekitar dua tahun. Ia menjalani rehabilitasi selama empat tahun di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orang Utan YEL-SOCP Sibolangit, Sumatera Utara, sebelum akhirnya dilepasliarkan pada 2018.
Sejak sebulan lalu, Bulan terpantau bergerak aktif di tajuk hutan sambil menggendong bayinya. "Bulan terlihat aktif bergerak dan menunjukkan perilaku protektif," ujar Ujang.
Indikator Keberhasilan Program Reintroduksi
Keberhasilan reproduksi di alam menjadi salah satu indikator penting bahwa orang utan hasil rehabilitasi mampu beradaptasi, bertahan hidup, dan berkembang biak secara alami. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa perlindungan habitat dan pencegahan perdagangan satwa liar masih menjadi faktor penting dalam menjaga kelangsungan hidup orang utan di Indonesia.
"Kelahiran ini membuktikan bagaimana orang utan sebelumnya korban perdagangan satwa liar dapat memperoleh kesempatan hidup dan berkembang biak di alam. Keberhasilan seperti ini hanya dapat terus berlanjut apabila habitatnya tetap terlindungi," kata Ujang Wisnu Barata.
Mengapa Kelahiran Badar Penting bagi Konservasi?
Orang Utan Sumatera merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia. Berdasarkan daftar status konservasi internasional, spesies yang hanya hidup alami di Pulau Sumatera tersebut berstatus kritis atau berada pada tingkat risiko sangat tinggi untuk punah di alam liar. Kelahiran Badar di Cagar Alam Jantho menjadi kabar yang tidak hanya membahagiakan bagi para pegiat konservasi, tetapi juga memberi harapan baru bagi masa depan spesies ini di habitat alaminya.