Dalam wawancara terbarunya dengan Josh Horowitz di podcast Happy Sad Confused, Barker mengungkapkan bahwa ia terbuka pada tawaran untuk menggarap film adaptasi gim. "Saya bukan gamer besar, jadi saya tidak tahu. Tapi Five Nights at Freddy's... Mungkin saya akan mengambil arah yang berbeda. Itu akan menjadi sesuatu yang keren (untuk saya lakukan)," ujarnya.
Barker saat ini berada di puncak karier. Film Obsession yang ia sutradarai menjadi fenomena box office dengan rasio keuntungan fantastis. Ia juga telah dikonfirmasi untuk menggarap film Texas Chainsaw Massacre baru, serta berencana memperluas Obsession ke sekuel dan serial televisi.
Menariknya, Barker memiliki lintasan karier yang mirip dengan Zach Cregger (Barbarian, Weapons). Keduanya memulai dari grup komedi sketsa—Barker dengan That's A Bad Idea dan Cregger dengan Whitest Kids 'U Know—sebelum sukses di genre horor dan thriller psikologis.
Barker mengomentari pendekatan Cregger terhadap waralaba Resident Evil. Menurutnya, Cregger cerdas karena ingin membuat film yang menangkap semangat gim asli tanpa menjadi adaptasi langsung dari judul tertentu. "Saya pikir dia sangat pintar dengan idenya untuk Resident Evil," kata Barker.
Ketika ditanya gim apa yang ingin ia adaptasi, Barker menyebut Uncharted buatan Naughty Dog sebagai favorit pribadinya. Namun, waralaba petualangan itu sudah diadaptasi menjadi film pada 2022 yang dibintangi Tom Holland dan Mark Wahlberg.
Barker bukan satu-satunya sutradara horor yang melirik industri gim. Kane Parsons, sutradara film Backrooms yang juga menjadi sensasi tahun ini, mengaku tertarik membuat adaptasi gim—khususnya Portal besutan Valve.
Fenomena ini menunjukkan tren baru di Hollywood: sutradara horor independen yang membuktikan diri dengan film berbiaya rendah namun sukses besar kini mulai dilirik untuk menangani properti gim video. Pendekatan mereka yang berani dan pemahaman akan ketegangan psikologis dinilai cocok untuk genre horor dan thriller yang lazim diadaptasi dari gim.
Bagi industri film Indonesia, tren ini bisa menjadi pelajaran. Adaptasi gim lokal seperti DreadOut atau Pamali mungkin akan lebih menarik jika digarap oleh sineas horor yang sudah terbukti—bukan sekadar proyek komersial tanpa visi artistik yang jelas.