Gempa Sigi Rusakkan 787 Rumah di 17 Desa, Satu Warga Meninggal

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 03:56:31 WIB
Gempa di Sigi merusak 787 rumah di 17 desa dengan satu korban meninggal.

ACEH — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, Henri Kusuma, mengungkapkan data terbaru kerusakan akibat gempa tersebut. Dari total rumah yang rusak, 707 unit masuk kategori rusak ringan, 68 unit rusak sedang, dan 12 unit lainnya rusak berat. Bencana ini menyebar di 17 desa yang tersebar di Kecamatan Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, dan Lindu.

Korban Jiwa dan Layanan Medis Darurat

Henri menyebutkan, gempa berdampak pada 912 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 1.412 jiwa. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 42 warga mengalami luka ringan dan 13 lainnya luka berat. "Semua korban sudah ditangani tim kesehatan dari puskesmas serta RSUD Torabelo," kata Henri dalam keterangannya di Sigi, Selasa (16/6).

Pemerintah Kabupaten Sigi langsung mengerahkan tenaga medis untuk merespons kondisi darurat. Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae memerintahkan Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan medis dan pendampingan psikososial bagi masyarakat serta pasien di setiap puskesmas dan rumah sakit. "Kepada seluruh tim medis baik di rumah sakit maupun puskesmas untuk bersiaga penuh untuk pelayanan medis," tegas Rizal.

Rapat Darurat dan Target Pendataan 1x24 Jam

Bupati Rizal bersama Wakil Bupati dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A Lamadjido menggelar rapat darurat pada hari yang sama. Fokus utama rapat adalah percepatan distribusi logistik dan evakuasi. "Hari ini kami melaksanakan rapat darurat terkait penanganan bencana ini salah satunya mempercepat distribusi makanan, air bersih dan pendirian tenda darurat," ujar Rizal di Palolo, Selasa.

Dalam rapat tersebut, Rizal memberikan instruksi tegas kepada jajarannya. Ia meminta BPBD dan pemerintah desa setempat menyelesaikan pendataan kerusakan rumah dan korban dalam waktu 1x24 jam. "Saya sudah instruksikan BPBD bekerja sama dengan kades serta camat menyelesaikan data-data kerusakan rumah dalam waktu 1x24 jam," ungkap dia.

Imbauan ke Warga: Tenang dan Waspada

Di tengah upaya penanganan darurat, Bupati Sigi juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Ia meminta warga untuk tidak panik dan tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. "Masyarakat tidak panik dan tetap tenang, pada intinya pemerintah berkomitmen penuh mendampingi warga hingga situasi kembali kondusif," kata Rizal.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan asesmen di lokasi terdampak. Posko darurat dan dapur umum mulai didirikan di beberapa titik untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: berita.liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top