MEULABOH — Jembatan Alue Tampak di Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat, kembali dikerjakan tahun ini setelah pemerintah daerah mengalokasikan dana segar sebesar Rp3,2 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) 2026. Proyek ini merupakan kelanjutan dari pembangunan tahap pertama yang telah menghabiskan Rp3,5 miliar pada tahun lalu.
Fokus Pemasangan Pilar Tengah Jembatan Sepanjang 2 x 60 Meter
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Fadly Octora, mengungkapkan bahwa pada tahun ini pengerjaan difokuskan pada pemasangan pilar tengah atau pier. Sebelumnya, pada 2024, pemerintah daerah telah merampungkan pembangunan abutmen atau pilar penyangga di kedua ujung jembatan.
“Proyek ini dilanjutkan dengan pekerjaan difokuskan pada pemasangan pilar tengah (pier),” kata Fadly di Meulaboh, Rabu.
Jembatan ini dirancang dengan bentang panjang mencapai 2 x 60 meter menggunakan konstruksi rangka baja yang kokoh. Karena bentangnya yang cukup panjang, pengerjaan membutuhkan ketelitian teknis yang tinggi.
Anggaran Bertahap, Target Selesai November 2026
Fadly menjelaskan, pembangunan jembatan sengaja dilakukan secara bertahap untuk menyesuaikan dengan kondisi fiskal dan kemampuan APBK setiap tahunnya. Meski bertahap, pemerintah daerah berkomitmen agar setiap fase berjalan optimal dan fungsional.
Proyek yang dikerjakan oleh CV Nagah Berlian ini ditargetkan rampung sesuai kontrak pada November 2026 mendatang. Untuk mengantisipasi potensi penyimpangan, proyek ini mendapat pendampingan hukum dari Kejaksaan Negeri Aceh Barat.
“Pendampingan hukum memastikan pekerjaan sesuai mutu sebagaimana tertuang dalam kontrak yang telah disepakati, dan diharapkan selesai tepat waktu,” ujar Fadly.
Membuka Isolasi dan Menggerakkan Ekonomi Desa
Pembangunan jembatan Alue Tampak merupakan bagian dari upaya strategis Pemkab Aceh Barat untuk membuka isolasi geografis di kawasan pedesaan. Selama ini, akses transportasi warga di Kecamatan Kaway XVI masih terkendala infrastruktur yang belum memadai.
“Pembangunan jembatan secara bertahap ini, demi membuka isolasi geografis dan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi masyarakat di pedesaan,” kata Fadly.
Dengan rampungnya jembatan ini nantinya, distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga diharapkan lebih lancar, serta mobilitas warga menuju pusat kecamatan dan Kabupaten Aceh Barat menjadi lebih cepat dan aman.