ACEH — Korban tewas adalah Muhammad Soleh (51) dan Oo Adroma (46), keduanya merupakan pengemudi dan penumpang truk Isuzu Giga bernomor polisi B 9668 JXR. Mereka meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis di RSUD Bob Bazar Kalianda.
Selain dua korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan satu orang luka berat dan dua lainnya luka ringan. Para korban luka saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Penengahan dan RSUD Bob Bazar Kalianda.
Kasatlantas Polres Lampung Selatan, AKP M Erza Trisyahputra Nasution, menjelaskan kronologi kejadian. Truk Isuzu Giga yang melaju dari arah Bakauheni menuju Bandar Lampung diduga mengalami rem blong saat melintas di lokasi kejadian.
"Kendaraan diduga melaju dengan kecepatan tinggi, kemudian mengalami gagal rem sehingga hilang kendali," kata Erza saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).
Setelah hilang kendali, truk Isuzu Giga menabrak bagian belakang kanan truk Hino BE 8082 AUE yang berada di depannya. Benturan keras membuat truk Hino terdorong ke depan, keluar jalur, lalu terperosok dan terguling di sisi kiri jalan.
Tak berhenti di situ, truk Isuzu Giga yang masih melaju tak terkendali kemudian oleng ke jalur berlawanan. Kendaraan tersebut lantas menabrak sisi kanan truk Hino BE 8065 AUB yang datang dari arah Bandar Lampung menuju Bakauheni.
Ketiga truk yang terlibat adalah satu unit Isuzu Giga bernomor polisi B 9668 JXR serta dua truk Hino dengan nomor polisi BE 8082 AUE dan BE 8065 AUB. Lokasi kejadian berada di Desa Sukabaru, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan maut ini. Olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lokasi terus dilakukan.
Kecelakaan di jalur lintas timur Sumatera ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya pemeriksaan kondisi kendaraan, terutama sistem pengereman, sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Jalur menurun dan tikungan di ruas jalan tersebut kerap menjadi titik rawan kecelakaan bagi kendaraan berat.