Harga Perak Antam Naik Rp 250 Jadi Rp 46.850, Ikuti Lonjakan Harga Perak Dunia

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 14:34:01 WIB
Harga perak Antam naik Rp 250 menjadi Rp 46.850 per gram mengikuti tren harga perak dunia.

ACEH — Harga perak Antam hari ini mencatatkan kenaikan tipis setelah pada perdagangan sebelumnya masih bertahan di level Rp 46.600 per gram. Mengutip laman resmi logammulia.com, produk perak yang ditawarkan meliputi batangan 250 gram, 500 gram, dan perak butiran murni 99,95 persen.

Kenaikan harga perak Antam ini tidak bisa dilepaskan dari sentimen pasar global. Berdasarkan data Trading Economics, harga perak dunia naik 0,22 persen ke posisi US$ 70,16 per ons. Sepanjang pekan ini, harga perak dunia tercatat telah menanjak hingga 30 persen.

Kesepakatan Damai AS-Iran Dongkrak Sentimen Pasar

Investor global saat ini tengah menanti realisasi kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada Jumat pekan ini. Kesepakatan tersebut tidak hanya bertujuan memulihkan aliran minyak dari kawasan Teluk, tetapi juga meredakan kekhawatiran inflasi yang sempat membayangi pasar keuangan.

“Yang mendukung pasar dalam dua sesi terakhir adalah prospek tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik,” ujar Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Menurut Meger, dampak dari perkembangan ini sudah terlihat dari turunnya suku bunga jangka pendek dan melemahnya harga energi. Harga minyak mentah Brent bahkan sempat anjlok hampir 5 persen ke bawah US$ 80 per barel, pertama kalinya sejak awal Maret 2026.

The Fed dan Suku Bunga Jadi Fokus Berikutnya

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mengalihkan perhatian ke rapat bank sentral AS (The Federal Reserve) yang akan digelar Rabu waktu setempat. Ini menjadi rapat pertama yang dipimpin oleh Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tanpa memberikan proyeksi dot plot kuartalan.

Data CME FedWatch Tool menunjukkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember kini turun menjadi sekitar 58 persen, dari sebelumnya 70 persen. Penurunan ekspektasi ini semakin memperkuat daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai.

Sementara itu, Bank of Japan pekan ini justru menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1 persen, sementara Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga di 4,35 persen.

Harga Emas Juga Ikut Menguat

Tak hanya perak, harga emas dunia juga mencatatkan penguatan. Pada perdagangan Selasa (16/6/2026), harga emas di pasar spot naik 0,8 persen menjadi US$ 4.338,97 per ons troi. Kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 0,1 persen ke level US$ 4.354,40.

Kesepakatan damai sementara yang diumumkan Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari tambahan. Perjanjian itu juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz yang sebelumnya diblokade Iran sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu. Kondisi ini dipandang investor sebagai katalis positif bagi logam mulia karena mengurangi tekanan inflasi dari harga energi.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top