Aceh Diguncang 140 Gempa Sepanjang Juni 2026, 13 Kali Dirasakan Warga hingga ke Pidie dan Simeulue

Penulis: Teuku Fahreza  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 11:29:31 WIB
BMKG catat 140 kali gempa di Aceh sepanjang Juni 2026, dominasi magnitudo kecil.

BANDA ACEH — Aktivitas seismik di Aceh selama Juni 2026 menunjukkan angka yang tergolong tinggi, dengan total 140 kali gempa bumi terekam oleh BMKG. Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, menyatakan kondisi ini merupakan hal yang wajar mengingat posisi geografis provinsi tersebut.

"Aceh berada pada pertemuan lempeng aktif, sehingga aktivitas gempa merupakan hal yang biasa terjadi. Namun masyarakat tetap kami imbau untuk waspada dan tidak panik," kata Andi dalam keterangan resmi yang diunggah melalui akun Instagram @stageof.acehbesar.bmkg.

Dominasi Gempa Kecil dan Dangkal Sepanjang Bulan

Dari 140 kejadian, mayoritas merupakan gempa berkekuatan kecil. Sebanyak 110 gempa memiliki magnitudo di bawah 3, sementara 30 gempa lainnya berada pada rentang magnitudo 3 hingga kurang dari 5. Sepanjang Juni, BMKG tidak mencatat adanya gempa dengan kekuatan magnitudo 5 atau lebih di wilayah Aceh dan sekitarnya.

Dari sisi kedalaman, hampir seluruh gempa tergolong dangkal. Sebanyak 132 kejadian terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer, sedangkan delapan gempa lainnya berada di kedalaman 60 hingga 300 kilometer. Tidak ada gempa dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer yang terdeteksi.

Puncak Aktivitas Gempa pada 27 Juni

Sebaran episentrum gempa tersebar di sejumlah titik, baik di daratan maupun perairan. Beberapa wilayah yang menjadi pusat gempa antara lain Pidie, Bener Meriah, Aceh Selatan, Simeulue, hingga perairan barat Aceh. Aktivitas kegempaan tertinggi terjadi pada 27 Juni dengan 11 kejadian dalam satu hari. Disusul oleh 7 Juni dan 18 Juni yang masing-masing mencatat 10 gempa harian.

Meski tidak ada kerusakan berarti yang dilaporkan akibat rentetan gempa ini, BMKG tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Masyarakat harus selalu mengacu pada informasi resmi BMKG," tegas Andi.

Langkah Mitigasi yang Perlu Dipahami Warga

BMKG juga mengimbau warga untuk memahami langkah-langkah penyelamatan saat terjadi gempa. Pemahaman ini dinilai penting untuk mengurangi risiko apabila sewaktu-waktu terjadi gempa yang lebih kuat. "Kami ingatkan masyarakat untuk memahami langkah penyelamatan saat terjadi gempa sebagai upaya mengurangi risiko," ujar Andi.

Dengan posisi Aceh yang berada di kawasan pertemuan lempeng aktif, aktivitas gempa kecil dan menengah diprediksi akan terus terjadi. Kewaspadaan tanpa kepanikan menjadi kunci utama bagi warga dalam menghadapi kondisi geologis ini.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top