MEDAN — Banda Aceh pernah luluh lantak oleh tsunami 2004, lalu kembali terendam banjir besar pada akhir 2025. Di hadapan generasi muda dari 70 kota se-Indonesia, Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menceritakan bagaimana daerahnya berulang kali bangkit dari reruntuhan.
Dari Tragesi Menuju Ketangguhan Bersama Anak Muda
Illiza tampil dalam forum Youth City Changers (YCC) yang digelar di Le Polonia Hotel, Kota Medan. Acara ini menjadi pembuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026.
“Saya mengajak kita semua melihat perjalanan Banda Aceh, sebuah perjalanan dari tragedi menuju ketangguhan, dan kini menuju masa depan yang dibangun bersama generasi muda,” ujarnya di hadapan para delegasi.
Bukan Hanya Infrastruktur, tapi Kepedulian Sosial
Menurut Illiza, kebangkitan Banda Aceh tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga mitra internasional disebutnya menjadi roda penggerak pemulihan.
“Ketangguhan tidak dibangun oleh satu pihak. Ketangguhan lahir melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat, dan semangat itu terus kami bawa dalam pembangunan Banda Aceh hingga hari ini,” kata Illiza.
Ia mencontohkan respons cepat saat banjir besar melanda 18 kabupaten/kota di Aceh pada akhir 2025. Lewat gerakan #BandaAcehPeduli, pemkot mengirimkan logistik, layanan kesehatan, ambulans, trauma healing, hingga bantuan pemulihan infrastruktur dasar ke daerah terdampak.
Buku Jejak Langkah Illiza Jadi Inspirasi Delegasi
Dalam sesi talkshow, Illiza tampil bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas. Turut hadir Wakil Wali Kota Medan Zakiyudin Harahap, Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, serta Direktur APEKSI Alwis Rustam.
Illiza juga menyerahkan buku karyanya berjudul Jejak Langkah Illiza di Tengah Banjir Sumatera kepada seluruh delegasi muda. Buku itu ia tulis sebagai catatan kepemimpinan, kolaborasi, dan semangat kemanusiaan saat menghadapi bencana.
“Ketangguhan adalah membangun manusia yang peduli, masyarakat yang saling menjaga, dan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya menutup sesi.
Melalui forum ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berharap pengalaman membangun ketangguhan berbasis kolaborasi bisa menginspirasi pemuda dari berbagai daerah untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.