SIMEULUE — Akselerasi layanan kesehatan di Kabupaten Simeulue kini tidak lagi sekadar program rutin. Dinas Kesehatan setempat memetakan enam strategi taktis yang menyasar persoalan paling mendasar: menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi, menangani stunting, hingga mengendalikan penyakit menular dan tidak menular.
Plt. Kepala Dinkes Simeulue, Herwanto, SKM, MAP, mengatakan percepatan ini juga mencakup penguatan SDM kesehatan, pengembangan sistem informasi, hingga perbaikan infrastruktur dan pemenuhan alat medis dasar di seluruh fasilitas kesehatan.
“Selain fokus pada penanganan penyakit dan stunting, kami juga memprioritaskan penguatan SDM kesehatan, pengembangan sistem informasi kesehatan, hingga perbaikan infrastruktur serta pemenuhan peralatan medis dasar di seluruh fasilitas kesehatan,” ujar Herwanto, Minggu (5/7/2026).
Dinkes Simeulue menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) sebagai tolok ukur yang terukur. Selain itu, program dan kegiatan prioritas dipilih berdasarkan dampak langsung terhadap masyarakat.
Strategi lainnya meliputi peningkatan akses dan mutu pelayanan di semua faskes, penguatan peran serta masyarakat untuk membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta pengoptimalan pembiayaan kesehatan secara efektif, transparan, dan efisien. Kerja sama lintas sektor juga menjadi tulang punggung implementasi di lapangan.
Pada level program, Dinkes Simeulue mulai menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang berorientasi pada pelayanan berbasis siklus hidup manusia. Layanan ini mencakup seluruh fase, mulai dari masa kehamilan, bayi, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.
“Tujuan besarnya adalah menciptakan masyarakat Simeulue yang sehat, produktif, dan tangguh,” tegas Herwanto.
Salah satu inovasi yang dicanangkan adalah GEMPITA (Gerakan Masyarakat Peduli dan Cinta Lansia). Program ini merupakan bagian dari implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan Lansia. Dengan adanya GEMPITA, diharapkan warga lanjut usia di Simeulue mendapatkan perhatian dan layanan kesehatan yang lebih terstruktur.
Fokus utama dari seluruh rangkaian kegiatan ini mencakup penguatan layanan dasar, perbaikan gizi, optimalisasi imunisasi, pengendalian penyakit, serta promosi PHBS secara masif di tengah masyarakat kepulauan.